Kunjungi Sekolah-sekolah, BPBD Bogor Sosialisasi Tugas dan Peran Guru Saat Terjadi Megathrust
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor aktif menggelar sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi megathrust di berbagai sekolah. Halaman all
(Kompas.com) 11/10/24 12:39 16302839
BOGOR, KOMPAS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor aktif menggelar sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi megathrust di berbagai sekolah.
Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Pemerintah Kota Bogor yang mengimbau peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi, termasuk skenario terburuk megathrust.
“Tindak lanjut dari edaran yang kita buat, BPBD Kota Bogor telah melaksanakan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di sekolah,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatulloh, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (11/10/2024).
Salah satu kegiatan sosialisasi ini berlangsung di SMA Al Ghazaly, Bogor, Kamis (10/10/2024), diikuti oleh 400 siswa dan 20 guru pendamping.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman terkait manajemen bencana, penanganan luka, serta pembagian tugas dan peran guru saat bencana terjadi.
“Kami berikan pemahaman bagaimana manajemen bencana, kemudian materi penanganan luka. Kalau untuk pengajar, ada pembagian tugas dan peran guru saat terjadi bencana,” jelas Hidayatulloh.
Ia juga mengimbau sekolah-sekolah yang berminat mengadakan simulasi dan sosialisasi mitigasi bencana agar mengajukan permohonan kepada BPBD.
“Silakan bersurat ditujukan kepada Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, perihal permohonan simulasi evakuasi bencana, cantumkan nama lengkap, nama instansi/organisasi, dan nomor kontak yang dapat dihubungi,” tambahnya.
Hingga akhir September 2024, BPBD Kota Bogor telah memberikan sosialisasi mitigasi bencana kepada 8.524 orang, terdiri dari 7.609 orang di lembaga pendidikan, 717 masyarakat umum, serta 154 anggota Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) di Kelurahan Ciwaringin dan Cilendek Barat.
Selain itu, 44 anggota Keltana di Kelurahan Panaragan juga telah mendapatkan pelatihan tambahan.
BPBD berharap edukasi yang berkelanjutan ini akan membuat masyarakat semakin siap dan tanggap dalam menghadapi ancaman bencana alam.