Siswa Berkebutuhan Khusus yang Diduga Dirundung di Depok Jalani Pemulihan Psikologis

Siswa Berkebutuhan Khusus yang Diduga Dirundung di Depok Jalani Pemulihan Psikologis

Siswa berkebutuhan khusus yang diduga dirundung di SMP Negeri Depok mulai menjalani pendampingan psikologis. Halaman all

(Kompas.com) 11/10/24 14:24 16305521

DEPOK, KOMPAS.com - R (15), siswa berkebutuhan khusus yang diduga dirundung di SMP Negeri Depok mulai menjalani pendampingan psikologis.

Pendampingan dilakukan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3AP2KB) Kota Depok.

"Di hari Jumat (4/10/2024) sore, R sudah bertemu dengan psikolog yang dari DP3AP2KB Depok untuk pendampingan pemulihan mentalnya," ucap Kepala Seksi (Kasie) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Bahrudin kepada Kompas.com, Jumat (11/10/2024).

Bahrudin menyampaikan, hal ini dilakukan sebab kondisi R yang memang menurun terlebih dirinya enggan masuk sekolah.

Berdasarkan hasilnya selama tiga hari pertama, R menunjukkan peningkatan kondisi yang mulai membaik.

Bahkan ada keinginan dari R untuk kembali bersekolah.

"Dari hasil pemulihan itu, hari Senin (saya) kesana lagi (rumah R) dan hari Senin sore juga R sudah berniat besoknya ingin masuk ke sekolah," ungkap Bahrudin.

Meski demikian, R akan terus menerima pendampingan hingga benar-benar dinyatakan pulih.

Di samping itu, siswa-siswa yang dianggap terlibat dalam insiden dugaan perundungan juga akan menerima pendampingan psikologis.

"Dan rencana ke depannya, psikolog DP3AP2KB bukan hanya mendampingi korban, tapi mendampingi juga yang dianggap sebagai pelaku," ujar Bahrudin.

Sebelumnya, R diduga mengalami perundungan oleh teman-teman seangkatannya setelah upacara Hari Kesaktian Pancasila, Selasa (1/10/2024).

R disebut mengalami kekerasan fisik, ditendang dan dilempari batu yang mengenai mata serta wajahnya.

Insiden ini membuat R melampiaskan emosinya dengan memukul kaca jendela kelas, menyebabkan luka pada tangannya hingga memerlukan operasi penyambungan urat yang terputus.

Keluarga R telah melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Depok.

Namun, Tatag Hadi Sunoto, sang kepala sekolah, membantah adanya perundungan.

Tatag menyatakan, siswa-siswa yang diduga terlibat tidak melakukan kekerasan terhadap R.

#siswa-berkebutuhan-khusus-dibully-teman #anak-berkebutuhan-khusus-dirundung #perundungan-anak-berkebutuhan-khusus #perundungan-anak-berkebutuhan-khusus-depok

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/10/11/14241301/siswa-berkebutuhan-khusus-yang-diduga-dirundung-di-depok-jalani-pemulihan