RI-Jepang Sepakati Kerja Sama Bisnis Manufaktur Senilai 10 Juta Dollar AS
Kerja sama tersebut disepakati oleh pelaku industri manufaktur Indonesia dengan perusahaan-perusahaan Jepang. Halaman all
(Kompas.com) 11/10/24 16:17 16311249
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kesepakatan kerja sama bisnis senilai 10 juta dollar AS dari ajang internasional Manufacturing World Osaka (MWO) di Jepang pada 2 sampai 4 Oktober 2024 lalu.
Kerja sama tersebut disepakati oleh pelaku industri manufaktur Indonesia dengan perusahaan-perusahaan Jepang.
“Keikutsertaan Indonesia dalam pameran internasional Manufacturing World Osaka tahun ini membuahkan hasil. Melalui ajang tersebut, telah tercapai kesepakatan bisnis lebih dari 10 juta Dolar AS dari kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Jepang,” ujar Agus dilansir siaran pers Kemenperin pada Jumat (11/10/2024).
SHUTTERSTOCK/JASEN WRIGHT Ilustrasi manufaktur.Dalam kegiatan itu, sebanyak 10 pelaku industri manufaktur Indonesia berkesempatan menjadi co-exhibitor dengan memperkenalkan beragam inovasi serta produk unggulan mereka kepada para pengunjung dari berbagai negara.
Kesepuluh peserta itu difasilitasi booth oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dengan mengusung tema “Making Indonesia 4.0”.
Agus melanjutkan, terjalinnya kerja sama itu membuktikan bahwa teknologi dan inovasi industri dalam negeri sudah semakin diakui secara global.
Sehingga pihaknya optimistis, kolaborasi ini akan membuka peluang investasi yang lebih besar, mempercepat transformasi industri 4.0 di Tanah Air dan meningkatkan daya saing industri Indonesia di kancah internasional.
Selain itu, capaian kesepakatan sebesar 10 juta dollar AS merupakan langkah signifikan dalam mempromosikan industri Indonesia ke luar negeri.
“Kesepakatan ini tidak hanya menunjukkan potensi produk Indonesia, tetapi juga kepercayaan dari pihak asing terhadap kualitas dan daya saing industri nasional. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi pelaku industri untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tutur Agus.
DOK. Humas Kemenperin Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK)Ia menjelaskan, selama pameran, booth Indonesia berhasil menarik lebih dari 500 pengunjung yang terdiri dari pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Antusiasme pengunjung menunjukkan tingginya minat terhadap produk dan teknologi yang ditawarkan oleh pelaku industri Indonesia.
Para co-exhibitor tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga memperkenalkan keunggulan teknologi yang diterapkan dalam proses produksi.
Plt. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto menyampaikan, keikutsertaan Indonesia merupakan salah satu upaya optimalisasi pemerintah dalam menarik investor asing.
Salah satunya dengan melakukan market sounding secara luas kepada calon investor mengenai potensi dan peluang investasi di Indonesia.
"Yang tidak kalah penting adalah branding terkait advanced industry kepada perusahaan yang sudah existing di Indonesia,” ujarnya.
Untuk meningkatkan peluang kerja sama, para co-exhibitor juga aktif mengunjungi stan-stan perusahaan Jepang yang menjadi potential buyer.
Sehingga pameran di Jepang itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk memahami lebih dalam mengenai kebutuhan pasar serta tren terkini dalam industri manufaktur.
"Dengan pendekatan ini, diharapkan para pelaku industri Indonesia dapat lebih siap untuk memenuhi ekspektasi dan kebutuhan buyer internasional,” tegas Eko.