Akuisisi NET TV Oleh MD Entertainment Ditargetkan Selesai Akhir Oktober 2024 Halaman all
Rangkaian transaksi akuisisi PT Net Visi Media Tbk (NETV) oleh PT MD Entertainment Tbk (FILM) ditargetkan rampung Oktober 2024. Halaman all
(Kompas.com) 11/10/24 14:36 16315291
JAKARTA, KOMPAS.com - Rangkaian transaksi akuisisi PT Net Visi Media Tbk (NETV) oleh PT MD Entertainment Tbk (FILM) ditargetkan rampung Oktober 2024.
Sekretaris Perusahaan NETV Shinta Trisnawati Sutrisno menjelaskan, seluruh rangkaian transaksi ini diperkirakan dapat terselesaikan dan berlaku efektif pada 28 Oktober 2024.
"Atau selambat-lambatnya pada 31 Oktober 2024," kata dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, ditulis Jumat (11/10/2024).
SHUTTERSTOCK/JIRAPONG MANUSTRONG Ilustrasi saham, pasar saham, transaksi saham.Ia menjelaskan, selamat transaksi ini berlangsung, segala kegiatan operasional tetap beralan seperti biasa.
Pasalnya, keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan program siaran diambil berdasarkan performa tiap program serta analisis atas kebutuhan pasar.
Perlu diketahui, rangkaian aksi korporasi ini akan diawali dengan melaksanakan penggabungan saham alias stock split dengan rasio 2:1. Hal tersebut bertujuan untuk bisa meningkatkan nilai nominal saham NET TV.
Setelah itu, aksi akuisisi dilakjutkan dengan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement dengan menerbitkan 25,22 miliar saham baru seri B dengan minimal Rp 50 per saham.
Nantinya, NETV bakal memperoleh dana Rp 1,26 triliun. FILM juga akan membeli sekitar 7,88 miliar saham NETV dari PT Teladan Investama, PT Indika Inti Holdiko dan PT Sinergi Lintas senilai Rp 394,44 miliar.
"Dua aksi korporasi ini sangat membantu dalam menyehatkan kondisi keuangan Perseroan, yaitu dengan penyelesaian utang dan tambahan modal sehingga keuangan akan NETV akan bebas dari utang," kata Shinta.
Sebagai informasi, setelah selesainya pelaksanaan private placement, FILM akan menjadi pemegang saham terbesar di NETV dengan kepemilikan sebesar sekitar 60,98 persen, sehingga menjadi pengendali baru perseroan.