Siswa Berkebutuhan Khusus di Depok yang Diduga Dirundung Mulai Kembali Bersekolah

Siswa Berkebutuhan Khusus di Depok yang Diduga Dirundung Mulai Kembali Bersekolah

R (15), sudah mulai kembali bersekolah sejak Selasa (8/10/2024). Halaman all

(Kompas.com) 11/10/24 19:02 16315362

DEPOK, KOMPAS.com - R (15), siswa berkebutuhan khusus yang diduga menjadi korban perundungan di SMP Negeri Depok sudah mulai kembali bersekolah sejak Selasa (8/10/2024).

"Dan hari Selasa, R sudah mulai masuk ke sekolah," ucap Kepala Seksi (Kasie) SMP Dinas Pendidikan Kota Depok Bahrudin kepada Kompas.com, Jumat (11/10/2024).

R juga telah mendapat pendampingan psikologis bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3AP2KB) Kota Depok.

"Di hari Jumat (4/10/2024) sore, R sudah bertemu dengan psikolog dari DP3AP2KB Depok untuk pemulihan pertamanya," tutur Bahrudin.

Meski demikian, pendampingan akan terus dilanjutkan hingga kondisinya benar-benar pulih.

"Dan rencana kedepannya, psikolog DP3AP2KB bukan hanya mendampingi korban, tapi mendampingi juga yang dianggap sebagai pelaku," jelas Bahrudin.

Sebelumnya, R diduga mengalami perundungan oleh teman-teman seangkatannya setelah upacara Hari Kesaktian Pancasila, Selasa (1/10/2024).

R disebut mengalami kekerasan fisik, ditendang dan dilempari batu yang mengenai mata serta wajahnya.

Insiden ini membuat R melampiaskan emosinya dengan memukul kaca jendela kelas, menyebabkan luka pada tangannya hingga memerlukan operasi penyambungan urat yang terputus.

Keluarga R telah melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Depok. Namun, Kepala SMP negeri bersangkutan, Tatag Hadi Sunoto, membantah adanya perundungan.

Tatag menyatakan bahwa siswa-siswa yang diduga terlibat tidak melakukan kekerasan terhadap R.

#abk-di-depok-dibully-teman #perundungan-anak-berkebutuhan-khusus-depok

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/10/11/19022031/siswa-berkebutuhan-khusus-di-depok-yang-diduga-dirundung-mulai-kembali