Di Sektor Komoditas, Ada Peluang Besar di Emiten-Emiten Ini

Di Sektor Komoditas, Ada Peluang Besar di Emiten-Emiten Ini

Situasi di Timur Tengah dan fenomena La Nina memberikan peluang bagi emiten-emiten komoditas seperti ADRO, ITMG, LSIP, INCO, dan ANTM. - Halaman all

(InvestorID) 13/10/24 09:21 16392772

JAKARTA, investor.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah menjadi krisis regional yang lebih luas dan berdampak signifikan terhadap pasar komoditas. Ditambah adanya fenomena La Nina. Lantas, sejauh mana pengaruhnya bagi emiten-emiten komoditas di Tanah Air seperti ADRO, ITMG, LSIP, INCO, dan ANTM?

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan mengungkapkan bahwa meluasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memengaruhi pasar komoditas, terutama minyak dan LNG. Timur Tengah menyumbang sekitar 30% produksi minyak global dan gangguan di jalur perdagangan utama seperti Selat Hormuz dan Terusan Suez dapat mendorong harga minyak naik sebesar 10-15%.

“Seiring berlanjutnya ketegangan, harga minyak diperkirakan tetap berada di kisaran US$ 80-87,5 per barel dalam waktu dekat,” tulis Rizkia.

Sementara itu, La Nina membawa curah hujan di atas rata-rata ke Asia Tenggara serta musim dingin yang lebih dingin ke Asia Utara dan China. Kondisi itu menyebabkan dampak yang beragam pada komoditas.

Di Indonesia dan Australia, curah hujan yang berlebihan mengganggu produksi batu bara, sedangkan suhu dingin di Asia Utara dan China meningkatkan permintaan batu bara termal. “Selain itu, La Nina dapat menurunkan produksi CPO akibat banjir di Indonesia dan Malaysia, sehingga memperketat pasokan dan mendorong harga naik,” jelas dia.

ADRO hingga ANTM 

Di sisi lain, untuk komoditas logam seperti nikel, harganya sangat dipengaruhi oleh prospek ekonomi China dan tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE). Langkah-langkah stimulus terbaru dari China menimbulkan keraguan mengenai efektivitasnya dalam mendorong pertumbuhan, sehingga menambah ketidakpastian di pasar nikel.

“Sedangkan harga emas terus meningkat sebagai aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi, termasuk pemilu AS,” sebut Rizkia.

Berbagai faktor tersebut memberikan peluang berbasis sentimen di sektor komoditas. Untuk batu bara, permintaan yang kuat dan fenomena La Nina mendukung eksportir utama seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Di bisnis minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau Lonsum lebih disukai dibandingkan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Sebab pendapatan dan profitabilitas LSIP lebih baik.

Selanjutnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diuntungkan oleh kenaikan harga nikel di London Metal Exchange (LME). Di lain pihak, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam siap mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga emas yang terus berlanjut sebagai salah satu pemurni emas terbesar di Indonesia.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #emiten-komoditas #adro #itmg #lsip #inco #antm #geopolitik-timur-tengah #la-nina #mirae-asset-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/376439/di-sektor-komoditas-ada-peluang-besar-di-emitenemiten-ini