Kala Royalti Jadi Penopang Hidup Maestro Dangdut Ukat S...
Warisan karyanya tetap menghidupi keluarga melalui royalti yang masih mengalir dari berbagai platform. Halaman all
(Kompas.com) 14/10/24 15:23 16452561
BOGOR, KOMPAS.com – Nama Sukatma, atau yang lebih dikenal sebagai Ukat S atau Haji Ukat, merupakan salah satu maestro musik dangdut yang telah memberikan warna tersendiri bagi industri musik Indonesia.
Di usia 78 tahun, kondisi kesehatan Ukat mulai rapuh karena terserang stroke. Namun, warisan karyanya tetap menghidupi keluarga melalui royalti yang masih mengalir dari berbagai platform.
Ukat mungkin tidak lagi sering tampil di panggung, tetapi karyanya masih terus bergema, baik melalui televisi, radio, hingga media sosial seperti YouTube dan TikTok.
Bagi Ukat, royalti kini seperti napas baru yang menopang kehidupan di hari tua.
"Jadi seperti uang pensiun. Kalau dari publishing kadang tiga bulan, kadang enam bulan. Royalti cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Ukat saat berbincang dengan Kompas.com di kediamannya, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/10/2024).
Lagu-lagu hits ciptaannya, yang dinyanyikan oleh sederet bintang seperti Rita Sugiarto, Elvy Sukaesih, dan Dewi Persik, masih memberikan penghasilan yang stabil.
Lembaga Manajemen Kolektif Harmony dan Royalti Anugerah Indonesia (RAI) yang membantu mengelola hak cipta, memastikan tetap memberi imbalan yang layak atas karya cipta Ukat yang digunakan.
Selama hampir enam dekade, Ukat telah menulis lebih dari 800 lagu. Dari karya-karyanya, beberapa lagu seperti "Goyang Dombret", "Pengemis Cinta", dan "Bintang Pentas" berhasil menjadi hits besar, mengantar penyanyi seperti Dewi Persik ke puncak karier mereka.
"Banyak yang hits atau menggelegar. Lagu itu saya kasih sama siapa saja, saya tidak bilang, ‘Oh ini anak buah saya’, tidak. Meski banyak mereka yang tidak mengenal saya,” tuturnya dengan rendah hati.
Kini, Ukat menikmati ketenangan di Pasir Muncang, Kabupaten Bogor, bersama keluarganya. Di balik kesuksesan dan warisan musikalnya, ia lebih memilih kehidupan yang damai, jauh dari sorotan publik.
“Saya sudah lama tinggal di Puncak. Sudah cukup di sini saja, nyaman sama anak-anak, cucu, istri,” ujar Ukat.
Kini Ukat mungkin jarang terlihat, tetapi royalti dari karyanya tetap menjadi bukti abadi bahwa dedikasi dan kecintaannya pada musik dangdut tidak pernah pudar. Warisan karyanya akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
#suara-tak-terdengar #nasib-pencipta-lagu #royalti-pencipta-lagu #ukat #ukat-s #haji-ukat #peduli-pencipta-lagu