Rupiah Menguat Tipis, Pidato Pejabat The Fed Jadi Fokus Pekan ini
Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (14/10/2024) melemah, saat trader menunggu pidato pejabat The Fed. - Halaman all
(InvestorID) 14/10/24 16:04 16453666
JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (14/10/2024) menguat tipis, saat trader menunggu lebih banyak isyarat tentang suku bunga AS dari serangkaian pembicara The Federal Reserve (The Fed) pekan ini. Fokus minggu ini adalah pidato beberapa pejabat The Fed, dimulai dengan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari dan Gubernur Christopher Waller, sebut Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore menguat 12 poin setelah sempat melemah 30 poin di level Rp 15.565,5, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.597,5 per dolar AS.
"Pelaku pasar mengincar lebih banyak petunjuk tentang suku bunga AS, sementara taruhan pada penurunan suku bunga pada November 2024 terus berlanjut," jelasnya dalam catatan Senin.
The Fed secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga lebih kecil dengan 25 basis poin (bps) pada November 2024, terutama setelah inflasi baru-baru ini dan pembacaan pasar tenaga kerja terbaca di atas ekspektasi.
Ekonomi China juga terpukul oleh isyarat beragam tentang stimulus fiskal. Kementerian Keuangan negara itu mengatakan pihaknya memang berencana memberikan dukungan fiskal, termasuk menambah penerbitan utang dan bantuan untuk pemerintah provinsi.
“Namun pengarahan tersebut tidak menyebutkan rincian utama tentang langkah-langkah yang direncanakan, khususnya ruang lingkup dan waktunya, yang memicu optimisme terbatas atas lebih banyak stimulus,” ucap Ibrahim.
Dilihat dari sisi interna, Bank Dunia dan sederet lembaga internasional lainnya kompak meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 dan 2025 akan cenderung stabil di atas 5%.
“Dalam dua kuartal terakhir, Badan Pusat Statistik (BPS) merekam ekonomi Tanah Air berhasil tumbuh di atas 5% meski terdapat indikasi perlambatan. Di mana pada kuartal I-2024 tumbuh sebesar 5,11% year on year (YoY) dan pada kuartal II-2024 tumbuh sebesar 5,05%,” kata dia.
Proyeksi paling terbaru keluar dari laporan Bank Dunia berjudul East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2024. Lembaga tersebut mengerek naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2024 dan 2025, yang masing-masing menjadi sebesar 5% dan 5,1%.
Selain itu, Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri Indonesia per Agustus 2024 mencapai US$ 425,1 miliar, tumbuh 7,3% secara tahunan. Posisi ULN Agustus 2024 juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah.
Posisi ULN pemerintah pada Agustus 2024 sebesar US$ 200,4 miliar atau tumbuh sebesar 4,6% secara YoY, lebih tinggi dari pertumbuhan pada Juli 2024 sebesar 0,6% secara YoY. Perkembangan ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik, seiring dengan semakin terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Sementara itu, swasta memiliki utang sebesar US$ 197,8 miliar atau tumbuh sebesar 1,3% secara YoY, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juli 2024 sebesar 0,5% secara YoY. Perkembangan ULN tersebut terutama didorong oleh ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang mencatatkan pertumbuhan 1,6% secara tahunan.
Sedangkan untuk perdagangan besok, Ibrahim menakar kurs rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup kembali menguat di rentang Rp 15.510 sampai dengan Rp 15.580 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #rupiah #mata-uang-rupiah #nilai-tukar-rupiah #kurs-rupiah #indeks-rupiah #dolar-as #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/376556/rupiah-menguat-tipis-pidato-pejabat-the-fed-jadi-fokus-pekan-ini