Pertumbuhan Kredit UMKM Melambat, OJK Buka Suara
Kredit UMKM mengalami perlambatan. OJK menjelaskan penyebab dan strategi untuk meningkatkan penyaluran. Halaman all
(Kompas.com) 14/10/24 15:12 16460629
JAKARTA, KOMPAS.com - Penyaluran kredit perbankan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini mengalami perlambatan.
Hal ini tecermin dari laju pertumbuhan kredit UMKM yang semakin melambat.
Hingga Agustus 2024, outstanding penyaluran kredit perbankan tercatat mencapai Rp 1.474 triliun, dengan pertumbuhan 4,42 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan pada Juli 2024 yang mencapai 5,16 persen yoy.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa perlambatan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, terutama kondisi makroekonomi.
Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat menjadi faktor utama yang mempengaruhi laju pertumbuhan kredit UMKM.
"Termasuk situasi geopolitik yang berpengaruh pada berbagai aspek perekonomian domestik," kata Dian dalam keterangannya, yang dikutip pada Senin (14/10/2024).
Meskipun menghadapi tantangan, Dian menyatakan bahwa bank tetap optimis dapat meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM. Upaya ini akan didukung oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya.
Saat ini, pemerintah bersama OJK dan para pemangku kepentingan lainnya tengah melakukan koordinasi, evaluasi, dan monitoring terhadap kondisi UMKM serta efektivitas instrumen kebijakan yang ada untuk menstimulasi kredit UMKM yang berkelanjutan dan tangguh.
"Hal tersebut antara lain melalui program inklusi keuangan berupa perluasan jaringan agen Bank, program subsidi Pemerintah melalui program KUR, serta adanya program insentif berupa kelonggaran likuiditas," tutur Dian.
Selain itu, OJK juga akan mendorong bank pembangunan daerah (BPD) dan bank perekonomian rakyat (BPR) untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor UMKM.
Namun, Dian menekankan bahwa bank harus tetap mengutamakan aspek kehati-hatian untuk menghindari kerugian bagi operasional bisnis.
"Karena risiko gagal dan sebagainya menjadi pertimbangan dari umum-umum semua," ucap Dian.
#perekonomian #perlambatan #ojk #kredit-umkm
http://money.kompas.com/read/2024/10/14/151200926/pertumbuhan-kredit-umkm-melambat-ojk-buka-suara