Tekan Emisi, Pertamina Terapkan Teknologi "Carbon Capture Utilization and Storage"
Pertamina menerapkan teknologi CCUS di Lapangan Sukowati untuk kurangi emisi dan tingkatkan produksi migas. Halaman all
(Kompas.com) 14/10/24 21:14 16465448
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) telah melakukan injeksi karbon dioksida (CO2) di Lapangan Sukowati, Bojonegoro, Jawa Timur.
Injeksi ini merupakan bagian dari penerapan teknologi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) yang bertujuan untuk menyimpan CO2 secara permanen di bawah tanah, sehingga dapat mengurangi polusi atmosfer.
Teknologi CCUS ini tidak hanya berfungsi untuk menekan emisi dari kegiatan migas, tetapi juga menggunakan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) yang dapat meningkatkan laju ekstraksi minyak. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan produksi migas Pertamina.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam penerapan teknologi CCUS dan EOR untuk mengurangi emisi serta menjaga keamanan energi.
Proyek CCUS di Lapangan Sukowati pun diharapkan menjadi contoh sekaligus akselerasi pengembangan teknologi di lapangan-lapangan migas lainnya di Indonesia.
"Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di masa depan, dan dapat menciptakan efek multiplier yang positif, dan mendukung pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (14/10/2024).
Injeksi di Lapangan Sukowati menggunakan teknologi peralatan yang dirancang khusus untuk melakukan injeksi CO2 dengan volume 100 ton per hari selama 25 hari. Proses injeksi dilakukan di SKW-26 dengan fase liquid atau gas pada tekanan sumur sebesar 1000-1500 psi.
Nicke menambahkan bahwa proyek ini juga menciptakan peluang investasi. Secara paralel, kami melakukan upaya peningkatan produksi, tetapi secara potensial juga menyimpan CO2 yang besar.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia dapat menarik investasi dalam proyek-proyek CCUS, terutama dari negara-negara maju. Salah satu contohnya adalah injeksi di Lapangan Sukowati yang bekerja sama dengan Jepang.
"Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas penyimpanan CO2 tetapi juga mendorong inovasi dalam industri terkait," kata Nicke.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan bahwa injeksi ini dilakukan bekerja sama dengan Japan Organization for Metals and Energy Security (Jogmec) dan Japan Petroleum Exploration Co., Ltd. (Japex).
"Kerja sama strategis dengan Jepang telah berhasil dilakukan di Lapangan Jatibarang Indramayu dan sekarang dilanjutkan di Lapangan Sukowati. Kerja sama ini merupakan komitmen Pertamina dalam dekarbonisasi sekaligus meningkatkan produksi migas nasional," kata Fadjar.
Fadjar juga menambahkan bahwa injeksi CO2 inter-well injection merupakan uji coba tahap kedua setelah injeksi tahap pertama yang dilakukan dengan metode huff and puff di Lapangan Sukowati pada akhir tahun 2023.
"Setelah dilakukan injeksi tahap kedua, Pertamina akan melakukan evaluasi terhadap peningkatan produksi migas untuk nantinya dilakukan penerapan penuh teknologi CCUS dengan CO2-EOR di Lapangan Sukowati serta dilanjutkan di lapangan migas lainnya," jelasnya.