Haroana Andala, Tradisi Larung Sesaji Masyarakat Nelayan Bonebone di Sulawesi Tenggara
Masyarakat nelayan Bonebone, Kota Baubau di Sulawesi Tenggara, punya tradisi unik bernama Haroana Andala. Halaman all
(Kompas.com) 15/10/24 09:09 16491016
BAUBAU, KOMPAS.com – Masyarakat pesisir nelayan Kelurahan Bonebone, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, melaksanakan ritual adat tradisi Haroana Andala di pesisir Pantai Morikana, Kelurahan Bonebone, Minggu (13/10/2024).
Tradisi ini dilakukan dengan memohon keselamatan kepada Tuhan agar para nelayan dihindari bahaya dan dilimpahkan rezeki.
“Tradisi ini merupakan tradisi laut jala yang dibawa oleh seorang tokoh Bugis, Daeng Andi Mamuju ke Pantai Marikano Bonebone, sehingga masyarakat mengikuti jejaknya,” kata seorang tokoh adat Bonebone, Hasimidi, Senin (14/10/2024).
Tradisi Haroana Andala
Sebelum tradisi ini dimulai, para tokoh adat dan tokoh agama kelurahan Bonebone memanjatkan doa kepada Tuhan.
Usai membaca doa, beberapa warga kemudian mulai mengangkat rakit bambu, yang berisikan sesajen berbagai aneka makanan.
Lihat postingan ini di Instagram
Makanan tersebut yakni nasi, ikan, pisang dan sepasang ayam jantan dan betina yang diikat di atas rakit.
Rakit sesajen tersebut kemudian diangkat di atas dua speed boat dan kemudian dibawa ke tengah lautan.
Puluhan warga nelayan Bonebone sangat antusias mengikuti sesaji yang di bawa ke tengah laut itu dengan menaiki beberapa kapal nelayan.
Di tengah lautan, rakit bambu yang berisi sesaji tersebut kemudian dihanyutkan di tengah laut.
“Ini sebagai sajian untuk nabi Khaidir yang di laut. Warga bisa juga bisa ambil (isi sesaji), tapi yang ambil itu (sesaji) tidak bisa kembali ke Bonebone, pamali. Jadi hanya orang nelayan yang lewat saja bisa ambil,” ujar Hasimidi.
KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE Tradisi Ritual Haroana Andala yang dilaksanakan masyarakat nelayan Kelurahan Bone-bone, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Senin (4/12/2017).Usai menghanyutkan sesaji, para tokoh adat kemudian langsung melakukan ziarah di makam Daeng Andi Mamuju yang berada di Desa Waara di Kabupaten Buton Tengah.
Usai kegiatan tradisi, warga kemudian melaksanakan acara kande-kandea (makan-makan) di tepi Pantai Morikana.
Kegiatan ini semakin meriah saat warga nelayan juga menggelar berbagai perlombaan seperti perahu hias dan lomba perahu.
Tradisi ini dilakukan setiap tahun, dan diharapkan dengan tradisi ini dapat menarik wisatawan yang datang berkunjung ke Kota Baubau.