Sarana Menara (TOWR) Ungkap Alasan Pangkas Target Dana Rights Issue

Sarana Menara (TOWR) Ungkap Alasan Pangkas Target Dana Rights Issue

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), emiten menara Grup Djarum, mengungkap alasannya memangkas target dana rights issue menjadi Rp 4,5 T. - Halaman all

(InvestorID) 15/10/24 11:14 16493403

JAKARTA, investor.id – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), emiten menara Grup Djarum, mengungkap alasannya memangkas target dana rights issue dari semula sekitar Rp 8-9 triliun menjadi Rp 4,5 triliun.

Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Ghifari membeberkan, alasannya menurunkan target dana rights issue karena berkaitan dengan pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang semakin dekat.

“Namanya perencanaan, perusahaan kan ada skenario-skenario ya. Semakin dekat ke RUPSLB, maka semakin terlihat mana skenario yang kami pilih. Jadi, komunikasi keluarnya juga ada updating,” jelas Adam kepada Investor Daily, Senin (14/10/2024).

Sesuai rencana, TOWR akan melangsungkan RUPSLB pada 25 Oktober 2024 untuk meminta persetujuan kepada para pemegang saham terkait rights issue. Apabila, RUPSLB itu tidak memberikan restumaka TOWR akan dapat meminta persetujuan rights issue kembali 12 bulan kemudian. 

Sementara menyangkut penggunaan dana hasil rights issue, Adam bilang, manajemen berpedoman pada informasi yang sudah diumumkan seperti untuk melunasi pinjaman dan kebutuhan modal TOWR dan anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo).

“Ke depan, kami juga akan mempertimbangkan semua opsi ekspansi baik yang bersifat organik maupun anorganik,” imbuhnya.

Sayangnya, Adam enggan merinci secara detail rencana ekspansi organik dan anorganik perseroan ke depan. Sebab, informasi itu dinilai di luar dari informasi yang sudah  TOWR publikasikan melalui keterbukaan informasi.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dan Christian Sitorus dalam riset mereka menyebutkan, bahwa aksi rights issue TOWR selain bertujuan untuk mengatasi tekanan finansial, juga untuk mengakuisisi aset kabel milik PT Indosat Tbk (ISAT).

Apalagi, TOWR mengalokasi belanja modal (capital expenditure/capex) pada tahun ini cukup jumbo di kisaran Rp 5-6 triliun atau dua kali lipat daripada tahun sebelumnya. Praktis, kebutuhan capex yang besar tersebut akan membuat total utang bruto TOWR naik menjadi Rp 50 triliun dari Rp 44,5 triliun pada kuartal I-2024.

“Meskipun, capex ini diperlukan untuk mendukung ekspansi dan pengembangan infrastruktur, peningkatan utang tersebut berpotensi meningkatkan rasio Net Debt/Ebitda menjadi sekitar 4,7x,” tulis Niko dan Christian.

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #sarana-menara #towr-saham #towr #sarana-menara-nusantara-smn #sarana-menara-rights-issue #emiten-menara-grup-djarum #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/376649/sarana-menara-towr-ungkap-alasan-pangkas-target-dana-rights-issue