Rupiah Mendaki Naik di Tengah Perkiraan The Fed Lebih Konservatif
Mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai mendaki pada perdagangan Selasa (15/10/2024). - Halaman all
(InvestorID) 15/10/24 09:32 16493409
JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai mendaki pada perdagangan Selasa (15/10/2024). Penguatan terjadi di tengah perkiraan The Federal Reserve (The Fed) akan lebih konservatif memangkas suku bunga kebijakan Fed Funds Rate (FFR).
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melonjak 30 poin atau 0,19% di level Rp 15.536, dibandingkan sebelumnya di level Rp 15.566 per dolar AS.
"Pelaku pasar mengincar lebih banyak petunjuk tentang suku bunga AS, sementara taruhan pada penurunan suku bunga pada November 2024 terus berlanjut," terang Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, dikutip Selasa (15/10/2024).
Secara luas, bank sentral AS diperkirakan akan memangkas suku bunga lebih kecil dengan 25 basis poin (bps) pada November 2024, terutama setelah inflasi baru-baru ini dan pembacaan pasar tenaga kerja terbaca di atas ekspektasi.
Ekonomi China juga terpukul oleh isyarat beragam tentang stimulus fiskal. Kementerian Keuangan negara itu mengatakan pihaknya memang berencana memberikan dukungan fiskal, termasuk menambah penerbitan utang dan bantuan untuk pemerintah provinsi. “Namun pengarahan tersebut tidak menyebutkan rincian utama tentang langkah-langkah yang direncanakan, khususnya ruang lingkup dan waktunya, yang memicu optimisme terbatas atas lebih banyak stimulus,” jelas Ibrahim.
Dilihat dari sisi internal, Bank Dunia dan sederet lembaga internasional lainnya kompak meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 dan 2025 akan cenderung stabil di atas 5%.
“Dalam dua kuartal terakhir, Badan Pusat Statistik (BPS) merekam ekonomi Tanah Air berhasil tumbuh di atas 5% meski terdapat indikasi perlambatan. Di mana pada kuartal I-2024 tumbuh sebesar 5,11% year on year (YoY) dan pada kuartal II-2024 tumbuh sebesar 5,05%,” kata dia.
Proyeksi paling terbaru keluar dari laporan Bank Dunia berjudul East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2024. Lembaga tersebut mengerek naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2024 dan 2025, yang masing-masing menjadi sebesar 5% dan 5,1%.
Selain itu, Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri Indonesia per Agustus 2024 mencapai US$ 425,1 miliar, tumbuh 7,3% secara tahunan. Posisi ULN Agustus 2024 juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah.
Posisi ULN pemerintah pada Agustus 2024 sebesar US$ 200,4 miliar atau tumbuh sebesar 4,6% secara YoY, lebih tinggi dari pertumbuhan pada Juli 2024 sebesar 0,6% secara YoY. Perkembangan ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik, seiring dengan semakin terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Sementara itu, swasta memiliki utang sebesar US$ 197,8 miliar atau tumbuh sebesar 1,3% secara YoY, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juli 2024 sebesar 0,5% secara YoY. Perkembangan ULN tersebut terutama didorong oleh ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang mencatatkan pertumbuhan 1,6% secara tahunan.
Ibrahim menakar kurs rupiah untuk perdagangan hari ini bergerak fluktuatif, namun ditutup kembali menguat di rentang Rp 15.510 sampai dengan Rp 15.580 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #rupiah #nilai-tukar-rupiah #mata-uang-rupiah #kurs-rupiah #dolar-as #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/376637/rupiah-mendaki-naik-di-tengah-perkiraan-the-fed-lebih-konservatif