Melonjak di Atas 5%, Harga Bitcoin Tembus Rp 1 Miliar

Melonjak di Atas 5%, Harga Bitcoin Tembus Rp 1 Miliar

Pasar kripto melejit dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin melonjak di atas 5% seiring dengan penguatan S&P 500 hingga ukir rekor tertinggi - Halaman all

(InvestorID) 15/10/24 06:35 16493418

JAKARTA, investor.id - Pasar kripto melejit dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin pun melonjak di atas 5% seiring dengan penguatan S&P 500 hingga mengukir rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Ditambah lagi, pola harga historis menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) dapat menjadi alasan bagi optimisme bullish menjelang pemilu pada November mendatang.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa (15/10/2024) pukul 06.20 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melejit 5,43% menjadi US$ 2,31 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melonjak 5,63% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 66.161 per koin atau setara Rp 1,03 miliar (kurs, Rp 15.579).

Hal serupa juga terjadi pada Ethereum (ETH) yang terbang hingga 7% menjadi US$ 2.635 per koin. Sedangkan Binance (BNB) terkerek 3,35% dalam 24 jam. Sehingga BNB dibanderol dengan harga US$ 589 per koin.

Dikutip dari Coindesk, Bitcoin (BTC) melonjak seiring dengan kenaikan indeks S&P 500 yang mencapai rekor tertinggi baru. Beberapa trader berpendapat bahwa pola harga historis menjelang pemilihan presiden AS sebelumnya dapat menjadi alasan bagi optimisme bullish menjelang pemilu pada November mendatang.

Firma perdagangan QCP Capital menyatakan bahwa pergerakan harga BTC kali ini mirip dengan pola yang terjadi pada 2016 dan 2020 sebelum pemilu AS. “Jika melihat kembali ke 2016, BTC diperdagangkan dalam rentang yang sangat sempit selama lebih dari 3 bulan. Hanya tiga minggu sebelum Hari Pemilu AS, BTC mulai reli dari $600 dan menggandakan harganya pada minggu pertama Januari,” kata traders QCP.

“Mengikuti pola serupa pada 2020, BTC stagnan dalam rentang yang membosankan selama setengah tahun dan baru mulai reli dari US$ 11.000 hanya tiga minggu sebelum Hari Pemilu, mencapai puncak US$ 42.000 pada Januari,” tambah traders QCP.

Uptober Memudar

Menurut traders QCP, reli tersebut jelas memberikan secercah harapan bagi pasar, tepat ketika optimisme ‘Uptober’ mulai memudar. Hal itu merujuk pada kecenderungan bullish secara historis di bulan Oktober. Sejak 2013, Oktober hanya dua kali berakhir di zona merah, dengan keuntungan setinggi 60% dan rata-rata 22%, menjadikannya bulan terbaik untuk pengembalian investasi.

Namun, harga Bitcoin tetap stabil dalam dua minggu terakhir, yang sedikit mengecewakan ekspektasi investor. Pada 30 September, harga Bitcoin berada di sekitar US$ 63.330, sehingga kenaikan bulan ini sejauh ini masih terbilang moderat.

Analisis dari CoinDesk menunjukkan bahwa sebagian besar kenaikan di bulan Oktober cenderung terjadi pada paruh kedua bulan, dengan lonjakan harga hingga 16% biasanya terjadi setelah 15 Oktober.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-bitcoin #bitcoin #btc #pasar-kripto #ethereum #binance #pemilu-presiden-as #upptober #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/376617/melonjak-di-atas-5-harga-bitcoin-tembusrp-1-miliar