Surplus Neraca Perdagangan September meningat US$ 480 Juta
BPS melaporkan neraca perdagangan surplus US$ 3,26 miliar pada September 2024. Angka itu meningkat US$ 480 jut - Halaman all
(InvestorID) 15/10/24 11:54 16498298
JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan mengalami surplus US$ 3,26 miliar pada September 2024. Angka itu meningkat US$ 480 juta dari posisi Agustus 2024 tetapi kontraksi US$ 150 juta jika dibandingkan dengan posisi September 2023.
Nilai ekspor mencapai US$ 22,08 miliar pada September 2024. Angka ini menunjukkan kontraksi 5,8% dari posisi Agustus 2024 sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahunan sebelumnya terjadi pertumbuhan 6,44%. Nilai impor Indonesia September 2024 mencapai US$ 18,82 miliar, turun 8,91% dibandingkan Agustus 2024 atau naik 8,55% dibandingkan September 2023.
“Surplus neraca perdagangan September 2024 lebih tinggi dari bulan sebelumnya tetapi lebih rendah dari bulan yang sama tahun 2023. Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 53 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Selasa (15/10/2024).
Dia mengatakan surplus neraca perdagangan pada September 2024 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yaitu US$ 4,62 miliar dan komoditas yang memberikan sumbangsih surplus utama adalah bahan bakar mineral; lemak dan hewan minyak nabati; dan besi baja.
“Untuk komoditas migas Indonesia mencatatkan defisit US$ 1,36 miliar yang berasal dari komoditas hasil minyak maupun minyak mentah,” kata Amalia.
Jika dilihat menurut negara mitra dagang, tiga negara yang memberikan kontribusi terbesar untuk surplus pada September 2024 adalah Amerika Serikat (US$ 1,38 miliar); India (US$ 942,1 juta); dan Filipina (US$ 783,9 juta). Pada saat yang sama tiga negara mitra dagang penyumbang defisit adalah China (US$ 630,7 juta); Australia (US$ 369,4 juta); dan Singapura (US$ 317,9 juta).
Neraca perdagangan secara kumulatif dari Januari hingga September 2024 mengalami surplus US$ 21,98 miliar atau turun US$ 5,75 miliar dari periode yang sama tahun 2023 . Bila dirinci neraca perdagangan non migas surplus US$ 37,03 miliar atau lebih rendah US$ 4,67 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama terjadi defisit neraca perdagangan migas US$ 15,05 miliar atau lebih besar US$ 1,07 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #bps #badan-pusat-statistik #surplus-neraca-perdagangan #neraca-perdagangan-september #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/macroeconomy/376653/surplus-neraca-perdagangan-september-meningat-us-480-juta