Indonesia Alami Defisit Neraca Perdagangan dengan China Sebesar US$ 8,8 Miliar

Indonesia Alami Defisit Neraca Perdagangan dengan China Sebesar US$ 8,8 Miliar

Defisit neraca perdagangan RI dengan China senilai US$ 8,8 miliar terjadi untuk periode Januari-September 2024. - Halaman all

(InvestorID) 15/10/24 20:19 16516242

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan terbesar dengan China pada September 2024. Neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit sebesar US$ 630 juta pada September 2024. Sedangkan secara kumulatif Januari – September 2024 neraca perdagangan Indonesia defisit sebesar US$ 8,8 miliar.

“Neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit terdalam dengan China sebesar US$ 630 juta,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di kantor BPS pada Selasa (15/10/2024).

Pada September 2024, komoditas yang menyumbang defisit ke neraca perdagangan Indonesia-China adalah mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya yaitu US$ 1,43 miliar; mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya senilai US$ 1 miliar dan kendaraan dan bagiannya senilai US$ 314, 8 juta.

Sedangkan secara kumulatif periode Januari – September, komoditas yang menyebabkan defisit adalah mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya senilai US$ 12 miliar; mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya senilai US$ 10,5 miliar; plastik dan barang dari plastik senilai US$ 2,3 miliar.

Selanjutnya, yaitu defisit neraca perdagangan dengan Australia sebesar US$ 369,4 juta pada September 2024. Komoditas yang menyumbang defisit dari neraca perdagangan Indonesia-Australia adalah logam mulia dan perhiasan senilai US$ 188 juta; serealia senilai US$ 63,5 juta; dan bahan bakar mineral senilai US$ 61,3 juta.

Defisit neraca perdagangan dengan Australia pada Januari – September 2024 sebesar US$ 3,8 miliar. Komoditas yang menyumbang defisit dari neraca perdagangan Indonesia-Australia adalah bahan bakar mineral adalah US$ 1,4 miliar; logam mulia dan perhiasan/permata adalah US$ 1,1 miliar; serta bijih logam, terak, dan abu senilai US$ 905,6 juta.

Lalu defisit neraca perdagangan dengan Thailand sebesar US$ 317,9 juta. Komoditas yang menyebabkan defisit adalah komoditas plastik dan barang dari plastik senilai US$ 97,5 juta, kendaraan dan bagiannya senilai US$ 94,2 juta; mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya senilai US$ 83,7 juta.

Sedangkan secara kumulatif defisit neraca perdagangan dengan Thailand sebesar US$ 3,12 miliar. Komoditas yang menyebabkan defisit ke neraca perdagangan Indonesia-Thailand adalah plastik dan barang dari plastik senilai US$ 789,6 juta; serealia senilai US$ 741,2 juta dan mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya senilai US$ 663,7 juta.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #neraca-perdagangan #defisit-neraca-perdagangan #neraca-perdagangan-ri-china #indonesia-china #indonesia-australia #badan-pusat-statistik-bps #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/macroeconomy/376720/indonesia-alami-defisit-neraca-perdagangan-dengan-china-sebesar-us-88-miliar