Wall Street Ambruk Berjemaah, Nvidia Seret Nasdaq ke Zona Merah
Wall Street ambruk berjemaah pada Selasa (15/10/2024), pelemahan saham Nvidia menyeret Nasdaq jatuh ke zona merah. - Halaman all
(InvestorID) 16/10/24 04:24 16533263
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street ambruk berjemaah pada Selasa (15/10/2024), setelah sebelumnya menguat selama beberapa hari. Bahkan, pelemahan saham Nvidia menyeret Nasdaq jatuh ke zona merah. Pelaku pasar mulai mencerna laporan keuangan terbaru dari sejumlah perusahaan besar.
Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average merosot 324,80 poin (0,75%) ditutup di 42.740,42. Indeks ini sempat mencapai rekor intraday terbaru sebelum akhirnya turun tajam. Sedangkan S&P 500 tergelincir 0,76% ke level 5.815,26, dan Nasdaq Composite ambles 1,01% ke 18.315,59.
Saham sektor semikonduktor memimpin penurunan, dengan ASML jatuh 16%. CEO ASML memperingatkan adanya ‘kehati-hatian’ di antara para pelanggan dan memprediksi pemulihan yang lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.
Saham Nvidia dan AMD juga anjlok masing-masing 4,7% dan 5,2%. ETF Semikonduktor VanEck (SMH) jatuh 5,4%, mencatat hari terburuk sejak 3 September.
Sementara itu, saham UnitedHealth turun 8,1% setelah perusahaan memangkas proyeksi pendapatan tahunan. Penurunan ini menekan Dow Jones, yang terdiri dari 30 saham.
Hingga saat ini, sekitar 40 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan hasil keuangan kuartal III-2024. Dengan 80% di antaranya melampaui ekspektasi analis, menurut data dari FactSet.
Meski pasar melemah pada Selasa, ketiga indeks utama tetap mencatat kenaikan selama bulan ini dan diperkirakan dapat melewati periode volatilitas yang biasanya terjadi pada akhir tahun.
Rentan Terkoreksi
Kepala Strategi Ekuitas di U.S. Bank Wealth Management Terry Sandven memperingatkan, pasar masih rentan terhadap koreksi. “Sulit untuk menjadi lebih baik dari posisi kita saat ini. Pasar berubah dengan cepat, dari beli tinggi ke jual yang lebih tinggi dengan posisi S&P di titik tertinggi sepanjang masa. Sampai taraf tertentu, kita mungkin akan mengalami sedikit kemunduran," kata Sandven.
Sandven menambahkan, pendapatan kuartal ketiga yang kuat dan fundamental yang baik dapat mendukung pasar hingga akhir tahun. Ia pun memproyeksikan S&P 500 dapat mencapai target akhir tahun di 6.000, yang berarti potensi kenaikan sekitar 3%.
“Bagi investor, ini adalah saat terbaik dan terburuk kinerja ekuitas AS tahun ini tetap luar biasa dan berbasis luas. Sebaliknya, kekhawatiran muncul karena valuasi meningkat, nuansa politik terkait pemilu tetap ada, ketegangan global meningkat, dan sebagainya," tambahnya.
Dalam jangka pendek, lanjutnya, ada banyak hal yang menarik dari pasar ekuitas. “Jika melihat ke akhir tahun dan seterusnya, kami memperkirakan volatilitas akan lebih menjadi hal yang wajar daripada pengecualian,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #wall-street #dow-jones #nasdaq #s-p-500 #saham-nvidia #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/376750/wall-street-ambruk-berjemaah-nvidia-seret-nasdaq-ke-zona-merah