Menanti Kejutan BI Jelang Pelantikan Prabowo-Gibran, Simak Konsensus Ekonom

Menanti Kejutan BI Jelang Pelantikan Prabowo-Gibran, Simak Konsensus Ekonom

Bank Indonesia (BI) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan BI Rate dalam RDG yang berakhir hari ini, beberapa hari sebelum pelantikan Prabowo-Gibran.

(Bisnis.Com) 16/10/24 08:35 16541316

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berakhir hari ini, Rabu (16/10/2024).

Melansir Bloomberg, berdasarkan konsensus dalam survei, 30 dari 41 ekonom memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga BI Rate pada 6%. Sementara itu, sisanya memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Pada RDG bulan September, BI memulai siklus pelonggaran mendahului langkah Federal Reserve (The Fed) dengan memangkas suku bunga 25 bps dari 6,25% menjadi 6%.

Namun, volatilitas pasar yang dipicu oleh data ekonomi AS yang lebih lemah dan ketegangan di Timur Tengah, diperkirakan membuat pasar-pasar negara berkembang menjadi lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga, termasuk BI.

Rupiah telah melemah lebih dari 2% terhadap dolar AS bulan ini, memaksa bank sentral untuk mengintervensi pasar untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir.

Ekonom DBS Bank Radhika Rao mengatakan bank sentral RI yang dipimpin oleh Gubernur Perry Warjiyo mungkin akan menahan suku bunga acuannya pada bulan ini dan baru akan kembali memangkas suku bunga di akhir tahun.

“Ini akan menjadi keputusan yang sulit,” katanya, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, seorang ekonom Maybank Securities Pte Brian Lee mengatakan secara umum, bank sentral sepertinya tidak akan membalikkan sikap pelonggarannya. Inflasi yang rendah dan konsumsi yang lemah mendukung alasan untuk penurunan suku bunga lebih lanjut untuk membantu permintaan domestik.

Lee memperkirakan BI akan menahan penurunan suku bunga acuan sampai November dan Desember.

Ekonom Bank Danamon Indonesia Hosianna Evalita Situmorang menyampaikan bank sentral akan mempertahankan suku bunga, usai memangkas 25 bps pada bulan lalu, karena mempertimbangkan volatilitas dari nilai tukar rupiah.

"[Proyeksi 6%] karena volatilitas nilai tukar terpantau masih tinggi," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (15/10/2024).

Hosianna menuturkan BI perlu menjaga kestabilan nilai tukar karena indikasi leading indikator menunjukkan inflection point ke arah perbaikan.

Secara keseluruhan, Hosianna memandang kecenderungan perlambatan domestik masih dikarenakan faktor eksternal. Ke depan, pihaknya masih melihat ruang berlanjutnya penurunan suku bunga The Fed dan ekonomi China yang dapat perlahan rebound, akan menjadi katalis positif dan spillover ke ekonomi domestik.

Senada, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) David Sumual menyampaikan stabilitas rupiah akan menjadi alasan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga sebesar 6%.

Menurutnya, kondisi ekonomi dan geopolitik eksternal masih relatif bergejolak. Terlebih, memanasnya konflik di Timur Tengah.

"Terutama geopolitik Timur Tengah dan The Fed kemungkinan juga ke depan masih akan gradual pelonggaran moneternya," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan pemangkasan BI Rate sebesar 25 bps pada bulan lalu salah satunya karena telah melihat kejelasan dari arah penurunan suku bunga The Fed, dan sebagai bentuk dukungan untuk mendorong pertumbuhan.

RDG kali ini merupakan yang terakhir kalinya di masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pekan ini, pasangan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto – Gibran Rakamuming Raka, akan dilantik pada 20 Oktober 2024.

Awal pekan ini, Prabowo telah memanggil seluruh calon menteri yang akan mengisi kabinet pemerintahanya pada periode 2024-2029.

Sebanyak 49 tokoh dipanggil Prabowo untuk mengemban tugas sebagai menteri. Terdapat nama-nama lama yang telah bertugas pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ada pula nama baru yang dipilih.

Di antara nama-nama lama terdapat Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani.Selain itu, terdapat pula nama-nama baru yang dipanggil Prabowo ke kediamannya, termasuk Veronica Tan.

“Sebelum saya undang ke sini sebenarnya mereka sudah menyatakan bersedia membantu saya. Sebetulnya, hari ini hanya mengkonfirmasi. Saya konfirmasi, saya yakinkan mereka bersedia atau tidak bantu saya di bidang yang saya tawarkan kepada mereka. Alhamdulillah, semuanya menyatakan sanggup,” kata Prabowo Subianto.

#bank-indonesia #bank-sentral #bi #bi-rate #konsensus-bi-rate

https://finansial.bisnis.com/read/20241016/11/1807930/menanti-kejutan-bi-jelang-pelantikan-prabowo-gibran-simak-konsensus-ekonom