Bagian-Bagian Mikroskop dan Cara Menggunakannya di Laboratorium - kumparan.com
Mikroskop terdiri dari banyak bagian yang membantu pengamat melihat objek terkecil. Simak bagian-bagian mikroskop dalam artikel ini.
(Kumparan.com) 16/10/24 16:43 16559090
Untuk mengamati objek yang sangat kecil seperti sel dan bakteri, seseorang bisa menggunakan mikroskop. Alat ini diciptakan oleh Anthony Van Leeuwenhoek pada abad ke-17.
Dengan mikroskopnya, ia meneliti berbagai macam benda, mulai dari rambut, setitik air hujan, hingga serangga kecil. Kemudian dia membuat catatan dan sketsa terperinci dari setiap benda yang dilihatnya.
Pada perkembangannya, mikroskop terus dikembangkan agar fiturnya semakin mutakhir. Dengan begitu, penelitian dalam bidang fisika, biologi, dan sejenisnya pun akan makin terbantu.
Untuk menggunakan alat ini, maka Anda harus memahami setiap bagian-bagian pada mikroskop terlebih dahulu. Lantas, apa saja bagian-bagian mikroskop?
Dalam buku Seri Ipa Biologi SMP Kelas VII oleh Deswaty Furqonita, S.Si., M.Biomed, dijelaskan bahwa bagian mikroskop terbagi menjadi dua kategori, yakni optik dan mekanik. Berikut rinciannya:
Bagian optik adalah bagian yang membuat proyeksi bayangan benda di mata pengamat. Bagian optik terdiri dari lensa objektif, lensa okuler, reflektor, dan kondensor. Berikut rincian fungsinya:
a. Lensa objektif
Lensa yang terletak dekat dengan objek dan berfungsi untuk membentuk bayangan nyata, terbalik, serta memperbesar skala ukuran benda menjadi 10x, 40x, atau 100x.
b. Lensa okuler
Lensa yang dekat dengan mata pengamat dan berfungsi sebagai kaca pembesar yang membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari bayangan yang dibentuk lensa objektif. Lensa ini bisa memperbesar benda sebanyak 5x, 10x, atau 12,5x.
c. Cermin pengatur cahaya (reflektor)
Reflektor terdiri atas cermin datar dan cermin cekung yang berfungsi memantulkan cahaya ke dalam diafragma dan lubang yang terdapat pada meja benda.
Cermin datar digunakan jika sumber cahaya cukup terang. Sedangkan cermin cekung digunakan jika cahaya kurang terang.
d. Kondensor
Kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang digunakan untuk menerangi preparat dan dapat digerakkan naik-turun.
Bagian mekanik ini tak terpisahkan dari bagian optik, karena fungsinya untuk menunjang kinerja optik. Berikut beberapa bagian dalam mekanik mikroskop yang harus diketahui:
a. Tabung mikroskop (tubus)
Tabung mikroskop (tubus) menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif. Fungsinya untuk mengatur fokus pada objek.
b. Pengatur fokus
Sekrup pengatur fokus berfungsi menaikkan dan menurunkan tubus. Ada dua jenis pemutar pada sekrup ini, yaitu pemutar kasar (makrometer) dan pemutar halus (mikrometer).
c. Pemutar lensa (revolver)
Revolver merupakan tabung yang dapat diputar dan berguna sebagai alat pemindah lensa. Jadi, Anda dapat memilih lensa objektif yang sesuai dengan pembesaran yang diinginkan.
d. Diafragma
Diafragma berfungsi mengatur jumlah cahaya yang dipantulkan cermin menuju mata pengamat. Tujuannya untuk mempermudah pengaturan nilai pengamatan.
e. Penjepit objek
Penjepit objek berfungsi untuk menekan dan memegang kaca objek sehingga mudah digerakkan saat diamati.
d. Meja objek
Meja objek berfungsi untuk meletakkan benda yang diamati. Sedangkan benda yang diamati disebut preparat, sediaan, atau objek.
f. Lengan mikroskop
Lengan mikroskop berfungsi untuk memegang mikroskop saat dibawa.
g. Kaki mikroskop
Kaki mikroskop berfungsi untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja yang datar.
h. Sendi inklinasi
Sendi inklinasi digunakan untuk mengatur derajat kemiringan dari mikroskop. Bagian ini juga berfungsi menghubungkan antara lengan dan kaki mikroskop.
Merujuk pada buku Biologi SMP/MTs Kls VII susunan Agung Wijaya, begini cara menggunakan mikroskop dengan baik dan benar.
Berdasarkan buku Biologi Sains dalam Kehidupan SMA Kelas X susunan Drs. Bagod Sudjadi, M.Ed dan Dra. Siti Laila, M.Pd, ada beberapa jenis mikroskop berdasarkan sumber pembentukan bayangan yang digunakan. Apa saja?
Mikroskop cahaya merupakan jenis yang biasa digunakan di sekolah. Mikroskop ini menggunakan cahaya sebagai sumber pembentukan bayangan. Dengan menggunakan mikroskop cahaya, objek yang berdiameter 0,2 mikrometer dapat dilihat dengan mata.
Meskipun sudah 300 tahun berlalu semenjak mikroskop ditemukan, sampai saat ini standar mikroskop cahaya masih tetap didasarkan pada prinsip-prinsip optik. Sehingga mikroskop yang digunakan sekarang sama seperti yang digunakan oleh Schleiden, Schwann, dan Virchow yang merupakan penemu teori sel pada pertengahan abad ke-19.
Mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop monokuler dan binokuler. Mikroskop monokuler hanya memiliki satu lensa okuler, sedangkan mikroskop binokuler memiliki dua lensa okuler untuk digunakan mata kanan dan kiri secara bersamaan.
Masalah yang mendasar dari mikroskop cahaya adalah keterbatasannya dalam melihat objek yang berukuran lebih kecil dari 0,2 mikrometer. Padahal sebagian besar sel adalah berukuran kecil.
Kira-kira 50 tahun yang lalu, para ahli biologi telah menyadari bahwa mikroskop dapat dibuat dengan menggunakan elektron sebagai sumber pembentukan bayangan. Secara teori, kemampuan mikroskop elektron 100.000 kali lebih baik daripada mikroskop cahaya.
Hal tersebut karena elektron memiliki panjang gelombang 0,005 nanometer atau seratus ribu kali lebih kecil dari panjang gelombang cahaya.
Pada umumnya, mikroskop elektron terdiri dari dua macam, yaitu sebagai berikut:
a. Transmission electron microscope (TEM)
TEM atau mikroskop elektron transmisi sebenarnya adalah sebuah tabung televisi tegak dengan sumber pancaran elektron berada pada bagian atas dan layar pada bagian bawah. Pancaran elektron dapat dipercepat dengan voltase tinggi. Tabung tersebut harus dalam keadaan hampa udara sehingga elektron dapat melewatinya tanpa rintangan.
b. Scanning electron microscope (SEM)
Mikroskop ini hampir sama dengan TEM, hanya saja gambar atau bayangan yang dihasilkan oleh SEM berupa gambar tiga dimensi. Pada SEM ini, gambar dibentuk dari pantulan elektron.
Mikroskop stereo termasuk jenis yang juga sering digunakan di sekolah. Merujuk buku Biologi 1 Mengungkap Rahasia Alam Kehidupan SMP Kelas VII oleh Kadaryanto S.Pd dkk., mikroskop stereo biasanya digunakan untuk mengamati objek atau benda tanpa bantuan reflektor cahaya.
Mikroskop stereo memiliki dua lensa okuler yang dapat melihat benda tiga dimensi. Namun, mikroskop ini juga memiliki kelemahan, yakni ketajamannya yang tidak sebaik mikroskop cahaya. Mikroskop ini hanya mampu memperbesar pengamatan objek sebanyak 10-60 kali.
Berikut ini sejumlah pertanyaan umum tentang mikroskop yang harus dipahami jawabannya.
Lensa okuler merupakan lensa yang dekat dengan mata pengamat dan berfungsi sebagai kaca pembesar yang membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari bayangan yang dibentuk lensa objektif. Lensa ini bisa memperbesar benda sebanyak 5x, 10x, atau 12,5x.
Penjepit mikroskop atau penjepit objek berfungsi untuk menekan dan memegang kaca objek sehingga mudah digerakkan saat diamati.
Revolver merupakan tabung yang dapat diputar dan berguna sebagai alat pemindah lensa. Jadi, Anda dapat memilih lensa objektif yang sesuai dengan pembesaran yang diinginkan.
Diafragma berfungsi mengatur jumlah cahaya yang dipantulkan cermin menuju mata pengamat.
(DEL)