Lakukan Pengembangan Properti di IKN, Intiland Sebut Belum Ada Rencana Tambah Lahan

Lakukan Pengembangan Properti di IKN, Intiland Sebut Belum Ada Rencana Tambah Lahan

Intiland Development menuturkan belum memiliki rencana menambah lahan di sisa tahun 2024 maupun tahun depan.   

(Kontan-Industri) 16/10/24 20:30 16567180

Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intiland Development Tbk. (DILD) menuturkan belum memiliki rencana menambah lahan di sisa tahun 2024 maupun tahun depan.

Direktur DILD Archied Noto menuturkan Perusahaan masih akan mengkonsolidasi lahan-lahan yang ada saat ini saja.

"Kami belum ada rencana mengakuisisi atau menambah lahan di sisa tahun 2024 atau tahun depan," ujarnya kepada Kontan, Rabu (16/10).

Ia menambahkan, saat ini perusahaan memiliki lahan kurang lebih seluas 2.000 hektar.

Asal tahu saja, DILD juga baru saja mulai membangun hunian hingga lapangan golf di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan nilai investasi Rp2,6 triliun. Dalam pembangunan di IKN tersebut, DILD melakukan pengembangan fasilitas hunian, bisnis, dan komersial.

Terdapat tiga proyek unggulan Intiland di iKN yakni Grand Whiz Nusantara, pengembangan kawasan mixed-use di lahan seluas 0,72 hektar dengan fasilitas hotel, service apartment, area ritel, pusat olahraga, dan food and beverage. Desainnya memaksimalkan ventilasi dan pencahayaan alami, serta mengalokasikan 47% lahan untuk ruang terbuka hijau.

Kemudian Nusantara Quarter, Transit-Oriented Development (TOD) di lahan seluas 6,7 hektar, mengintegrasikan hunian, perkantoran, dan area komersial dengan akses transportasi publik. Fokus pada aspek integrasi, walkability dan ruang terbuka hijau.

Terakhir Royale Nusantara Golf Resort & Residence, kawasan hunian dengan lapangan golf internasional seluas 200 hektar, menawarkan hunian eksklusif dengan akses terpadu ke transportasi publik dan area hijau.



#berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #n-a

https://industri.kontan.co.id/news/lakukan-pengembangan-properti-di-ikn-intiland-sebut-belum-ada-rencana-tambah-lahan