Jalur Prestasi Hingga Asuransi Dwiguna Jadi Sumber Pendanaan Pendidikan yang Selangit
pemerintah sendiri sudah menyiapkan skema agar semua lapisan bisa mengenyam bangku universitas denga skema Uang Kuliah Tunggal - Halaman all
(InvestorID) 17/10/24 06:13 16584889
JAKARTA, investor.id - Memberikan pendidikan kepada anak sampai ke jenjang perguruan tinggi menjadi impian banyak orang tua. Pasalnya, dengan bekal pendidikan yang tinggi orang tua berharap sang anak mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik. Namun, mewujudkan mimpi untuk menguliahkan anak ke jenjang universitas bukan hal yang mudah. Ada sumber daya energi, waktu dan finansial yang perlu disiapkan orang tua secara matang. Di sisi lain, pemerintah sendiri sudah menyiapkan skema agar semua lapisan bisa mengenyam bangku universitas denga skema Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dalam skema UKT, mahasiswa dibebankan bayaran kuliah sesuai kemampuan ekonominya. Untuk mendapatkan skema UKT ini, calon mahasiswa harus mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau Seleksi Nasional Berbasis Tes. Namun universitas memiliki wewenang untuk membuat kelompok UKT lainnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi biaya pendidikan mencapai 2,83 persen setiap tahun. Sedangkan biaya sekolah swasta rata-rata naik sebesar 10-15 persen setiap tahun. Salah satu momen meningkatnya angka inflasi adalah tahun ajaran baru.
“Data historis memperlihatkan permulaan tahun ajaran baru sering menjadi pendorong inflasi pada kelompok ini,” kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.
Oleh karena itu, penting untuk mulai mempersiapkan biaya pendidikan sejak dini. Selain menabung dan berinvestasi untuk mewujudkan tujuan berkuliah, orang tua juga bisa mempertimbangkan memiliki asuransi jiwa dwiguna untuk melindungi sekaligus menambah dana untuk biaya pendidikan di masa depan.
Saham Asuransi Favorit Asing, Laba 2024 Ditaksir Rp 700 Miliar Mengutip dari halaman situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setiap polis asuransi jiwa dwiguna memiliki tanggal jatuh tempo (maturity date), yaitu tanggal pembayaran uang pertanggungan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis jika tertanggung masih hidup. Tanggal jatuh tempo akan tercapai pada akhir suatu jangka waktu yang telah ditetapkan, atau ketika tertanggung mencapai usia yang telah ditetapkan. Sebagi contoh, orang tua dengan anak yang berusia 3 tahun sudah dapat membeli asuransi jiwa dwiguna dengan asumsi anaknya akan masuk kuliah pada umur 18 tahun. Dengan membeli asuransi jiwa dwiguna dengan masa asuransi 15 tahun, anak tersebut sudah dipastikan mendapatkan manfaat asuransi berupa target dana untuk biaya pendidikan pada saat masuk kuliah jika memenuhi syarat dan ketentuan pada polis. Walaupun terdapat risiko terhadap orang tua pada masa aktif asuransi, sang anak akan tetap mendapatkan target dana tersebut. Selain itu, saat ini terdapat banyak produk asuransi jiwa dwiguna yang menawarkan masa pembayaran premi yang flexible dan lebih pendek dari masa asuransi, seperti masa asuransi 15 tahun hanya membutuhkan pembayaran premi selama 4 atau 8 tahun. Fitur-fitur dan kemudahan ini membuat asuransi dwiguna cocok sebagai bagian dari persiapan dana pendidikan anak
Editor: Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #asuransi #pendidikan #axa-mandiri #axa-mandiri #bps #berita-ekonomi-terkini