Arogansi Pria di Pasar Minggu Todongkan Pistol ke PPSU karena Tidur Terganggu

Arogansi Pria di Pasar Minggu Todongkan Pistol ke PPSU karena Tidur Terganggu

Seorang pria berinisial FA ditangkap setelah menodongkan pistol kepada tujuh anggota PPSU yang sedang memangkas ranting pohon di Pasar Minggu, Jaksel. Halaman all

(Kompas.com) 17/10/24 06:11 16587381

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial FA bertindak arogan dengan menodongkan pistol ke beberapa anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024) sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu, sebanyak tujuh anggota PPSU tengah memangkas ranting pohon yang ada di depan rumah FA, Kompleks Buncit Indah, Jalan Mimosa, Pejaten Barat.

“Tiba-tiba pelaku membuka jendela rumahnya di lantai dua dan memanggil (PPSU) dengan berkata kasar. Selanjutnya, pelaku mengacungkan pistol ke arah PPSU untuk berhentikan aktivitas,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam dalam keterangannya, Rabu (16/10/2024).

FA pun kini harus berhadapan dengan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kronologi

Adapun pemangkasan ranting pohon di depan rumah FA merupakan perintah Lurah Pejaten Barat, Asep Ahmad Umar.

Asep menerima permohonan pemangkasan ranting pohon di depan rumah FA dari Ketua Paguyuban Komplek Buncit Indah. Belakangan, diketahui, permohonan pemangkasan ranting pohon tersebut atas permintaan kakak ipar FA.

Berangkat dari permohonan itu, Asep meminta anggota PPSU memangkas ranting pohon di depan rumah FA karena dikhawatirkan menimpa pejalan kaki atau pengendara ketika turun hujan lebat.

Tak berselang lama, sebanyak tujuh anggota PPSU menyambangi depan rumah FA sambil membawa mesin potong.

“Sampai di lokasi, mereka izin kepada sekuriti, diperbolehkan, dan pada saat proses penebangan juga sudah minta izin kepada orang rumah tersebut, tante dari pelaku yang didampingi oleh tim admin paguyuban,” ungkap Asep saat dihubungi, Rabu (16/10/2024).

Berbekal permohonan izin itu, para petugas PPSU pun melaksanakan tugas. Namun, tiba-tiba, dari jendela lantai dua rumahnya, FA berteriak, berkata kasar, dan menodongkan pistol ke anggota PPSU.

Merasa ketakutan, para anggota PPSU pun langsung merapikan alat dan terbirit-birit ke pos sekuriti Komplek Buncit Indah.

“Akhirnya anak-anak, koordinator PPSU telepon saya, melaporkan. Karena posisi saya sedang menghadiri rapat, sekitar pukul 10.00 WIB, saya menuju ke TKP bersama Binmas (Satuan Pembinaan Masyarakat) lalu dengan ketua paguyuban,” ujar Asep.

Asep dan anggota Binmas dari kepolisian pun bertemu dengan FA dan kakak iparnya didampingi oleh ketua paguyuban.

Pengakuan

Dalam perbincangan bersama Asep, FA mengakui telah menodongkan pistol ke arah anggota PPSU yang sedang memangkas ranting pohon di depan rumahnya.

Alasannya, FA merasa terganggu tidurnya akibat pemangkasan ranting pohon tersebut.

“Yang bersangkutan mengaku tidurnya terganggu, karena dia baru tidur sekitar pukul 02.00 WIB, terganggu dengan mesin potong itu. Dia bilang, ‘Saya tidak tahu kalau ada pohon tumbang, biasanya juga saya yang merapikan’,” kata Asep menirukan perbincangan dengan FA.

“Jadi, tantenya dia minta ke paguyuban (merapikan pohon). Dia (FA) tidak tahu kalau lagi dipotong pohonnya,” lanjutnya.

Lapor polisi

Usai perbincangan tersebut, Asep meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung melaporkan FA ke Polsek Pasar Minggu.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela bersama tim mendatangi rumah FA. Namun, kediaman itu sengaja FA kunci dari dalam.

“Di situlah negosiasi berlangsung karena rumah terkunci. Akhirnya sekitar pukul 13.00 WIB, dia membuka kunci, baru polisi masuk melakukan pemeriksaan, ditemukan ada senjata tajam golok dan pistol,” kata Asep.

FA pun kini telah ditangkap polisi untuk menjalani proses hukum.

Sementara, Asep menyebut, dirinya melaporkan FA ke polisi karena merasa bertanggung jawab melindungi anggota PPSU.

“Anak-anak saya sedang bertugas, PPSU membantu warga. Tetapi ketika mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh, ya saya juga harus memperjuangkan hak mereka, melindungi mereka,” kata Asep.

“Alasannya, tidak lebih dan tidak kurang, saya adalah bapaknya dari anak-anak saya, dan saya harus melindungi anak-anak saya. Sampai saat ini anak-anak saya trauma lho,” pungkas Asep.

#anggota-ppsu-ditodong-pistol #ppsu-ditodong-pistol

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/10/17/06114991/arogansi-pria-di-pasar-minggu-todongkan-pistol-ke-ppsu-karena-tidur