Pengamat: Permintaan Federasi Bahrain Menyudutkan Indonesia
Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) dikatakan menyudutkan Indonesia kala meminta pemindahan venue pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
(Kompas.com) 17/10/24 10:08 16595470
KOMPAS.com - Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) dikatakan menyudutkan Indonesia kala meminta pemindahan venue pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret 2025 nanti.
BFA mengutarakan bahwa mereka akan mengajukan perpindahan tempat pertandingan dari Indonesia ke venue netral seiring dugaan adanya serangan hingga ancaman warganet ke kolom komentar pribadi media sosial pemain Bahrain serta serangan siber terhadap laman resmi asosiasi selepas laga Bahrain vs Indonesia pekan lalu.
Banyak warganet memang mengeluhkan kepemimpinan wasit Ahmed Al Kaf (Oman) beserta tipu muslihat pemain Bahrain dalam laga yang berakhir 2-2 itu.
Dugaan ketidakadilan yang terjadi di laga tersebut memicu perdebatan terhadap pengadil lapangan dan berlanjut ke media sosial.
Pengamat sepak bola terkemuka, Weshley Hutagalung, mengatakan bahwa ia tak melihat alasan bagi federasi sepak bola Bahrain untuk menghindari bermain di Indonesia.
"Apakah ada kekacauan akibat perang atau kriminalitas tinggi yang membuat pemerintah menerbitkan aturan \'jam malam\'?" ujarnya kepada Kompas.com pada Kamis (17/10/2024) pagi WIB.
"Alasan federasi Bahrain terlalu dibuat-buat untuk strategi pemberitaan yang bertujuan menyudutkan Indonesia sebagai tuan rumah."
"Hal ini jelas dalam rangkaian \'duel strategi komunikasi\' setelah gempuran masif dari netizen Indonesia."
PSSI sendiri telah menjamin kenyamanan dan keamanan pemain Bahrain, jika rencana pertandingan tetap dilangsungkan di Indonesia.
"Kami akan menjamin keamanan dan kenyamanan bagi tamu kita seperti (Bahrain). Karena bangsa indonesia adalah bangsa yang ramah terhadap tamu, jadi kami pasti akan beri kenyamanan bagi mereka," kata Exco PSSI, Arya Sinulingga.
Sementara, Weshley tetap mengutarakan bahwa warganet tetap harus mencermati apa yang tertulis di media sosial agar bisa menjadi lebih bijaksana.
Ia mengatakan, bahwa fokus suporter tetap harus untuk mendukung Merah Putih.
"Di era dunia digital ini, risiko yang kita hadapi adalah semua orang menjadi hakim atas segala hal, dan semua orang dapat menjadi content creator untuk menggiring opini publik akibat minimnya kemampuan banyak orang menyaring informasi," tutur eks Pemimpin Redaksi Tabloid BOLA ini menambahkan.
"Begitu pula kebiasaan yang kurang baik dalam membaca dan memahami informasi yang dibutuhkan. "
"Ada baiknya konsentrasi kita diarahkan untuk mendukung timnas Indonesia, baik lewat dunia digital maupun hadir ke stadion."
#timnas-indonesia #pssi #bahrain #indonesia-vs-bahrain #kualifikasi-piala-dunia-2026