Rupiah Meroket Saat Investor Pangkas Taruhan Suku Bunga The Fed
Mata uang rupiah pada perdagangan Rabu (16/10/2024) ditutup meroket terhadap dolar Amerika Serikat (AS). - Halaman all
(InvestorID) 16/10/24 15:49 16606187
JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah pada perdagangan Rabu (16/10/2024) ditutup meroket terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah naik, saat para investor memangkas taruhan pada pemangkasan suku bunga besar lebih lanjut dari The Federal Reserve (The Fed), sebut Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank terhadap dolar AS di Jakarta pada Rabu sore meroket 78,5 poin walaupun sempat naik lebih tinggi 80 poin ke level Rp 15.510, sebelumnya di level Rp 15.588,5 per dolar AS.
"Para trader telah menetapkan peluang hampir 100% untuk pemangkasan 25 basis poin (bps) pada November 2024, dengan hanya 0,2% kemungkinan jeda oleh The Fed mempertahankan suku bunga dana federal (FFR) pada kisaran target 4,75%-5,0%, menurut perhitungan LSEG," jelas Ibrahim dalam catatan Rabu.
Sementara itu Israel tidak akan menyerang situs nuklir dan minyak Iran, sehingga meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak. Namun, kekhawatiran tentang eskalasi konflik antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran tetap ada.
Di China, pemerintah mungkin akan mengumpulkan tambahan 6 triliun yuan (US$ 850 miliar) dari obligasi khusus selama tiga tahun untuk merangsang ekonomi yang sedang lesu, lapor media lokal, Meskipun demikian, rencana ini masih gagal menghidupkan kembali sentimen di pasar sahamnya.
“Setelah laporan ekonomi yang lemah dari China juga semakin memperkuat kasus untuk lebih banyak dukungan pemerintah, karena pertumbuhan ekspor utama negara itu turun tajam, sementara disinflasi berlanjut pada September 2024,” terangnya.
Dilihat dari sisi internal, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya (BI Rate) pada level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Oktober 2024. Sejalan dengan itu, suku bunga deposit facility juga dipertahankan di level 5,25% dan suku bunga lending facility dipertahankan di level 6,75%.
“Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan tetap terkendali inflasi dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada 2024 dan 2025. Serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Saat ini BI juga juga terus fokus pada stabilitas nilai tukar rupiah, sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Ke depan, BI terus mencermati ruang penurunan suku bunga kebijakan dengan tetap memerhatikan prospek inflasi, nilai tukar rupiah, dan pertumbuhan ekonomi.
RDG kali ini merupakan yang terakhir kalinya di masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pekan ini, pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakamuming Raka akan dilantik pada 20 Oktober 2024.
Ibrahim menakar kurs rupiah untuk perdagangan besok, kamis (17/10/2024), bergerak fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 15.410 sampai dengan Rp 15.530 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #rupiah #mata-uang-rupiah #nilai-tukar-rupiah #kurs-rupiah #indeks-rupiah #dolar-as #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/376834/rupiah-meroket-saat-investor-pangkas-taruhan-suku-bunga-the-fed