BEI Dorong BUMN untuk Melantai di Bursa
Dirut BEI Iman Rachman menyatakan, kinerja perusahaan BUMN yang terdaftar di pasar saham menunjukkan hasil yang positif. Halaman all
(Kompas.com) 17/10/24 18:58 16612473
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melantai di bursa saham pada pemerintahan baru.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyatakan, kinerja perusahaan BUMN yang terdaftar di pasar saham menunjukkan hasil yang positif, terlihat dari pengaruhnya terhadap total transaksi harian di pasar saham.
Dari 20 perusahaan teratas yang tergabung dalam indeks LQ45, yang merupakan perusahaan yang paling sering diperdagangkan dan memiliki pengaruh besar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terdapat 5 perusahaan BUMN dan 1 anak perusahaan BUMN. 20 perusahaan ini berkontribusi 60 persen dari total transaksi harian bursa.
"Menarik bahwa, dari 20 perusahaan dengan market cap terbesar, kontribusi mereka terhadap nilai transaksi harian mencapai 60 persen, di mana sekitar 5 BUMN dan 1 anak BUMN termasuk di dalamnya," kata Iman saat ditemui di Press Room Bursa Efek Indonesia, Kamis (17/10/2024).
Iman menambahkan, dari total kontribusi 60 persen tersebut, perusahaan BUMN dan anak perusahaan berkontribusi sekitar 15 persen dalam segi nilai transaksi harian.
Saat ini, terdapat 37 emiten pelat merah yang terdiri dari 14 perusahaan BUMN dan 23 anak perusahaan BUMN yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia.
Menurut Iman, kontribusi perusahaan BUMN di bursa saham cukup signifikan, dan diharapkan lebih banyak perusahaan BUMN serta anak BUMN yang melantai di bursa.
Dari total 14 juta investor di pasar modal, sebagian besar menaruh investasi di BUMN yang terdaftar di pasar saham. Oleh karena itu, keberlanjutan program pemerintah terhadap perusahaan terbuka (Tbk) sangat dinantikan.
Iman juga berharap akan ada tambahan perusahaan BUMN yang melakukan initial public offering (IPO) ke bursa saham, "Terutama untuk BUMN dengan size yang besar," ucap dia.
Iman mengakui bahwa tidak semua BUMN saat ini dalam kondisi baik; beberapa masih dalam proses restrukturisasi. Namun, BEI melihat adanya komitmen dari BUMN dalam langkah restrukturisasi tersebut.
"Kita lihat Garuda (GIAA) di-suspend ketika kejadian itu, sekarang sudah dibuka. Mereka mulai trading walaupun masih harga di bawah IPO, tetapi komitmen pemegang saham itu terlihat, terutama pemerintah," tambahnya.
Sebagai informasi, hingga saat ini BEI belum menerima rencana dari perusahaan BUMN atau anak perusahaan untuk melantai di bursa sampai akhir 2024.
#ihsg #transaksi-harian #bursa-efek-indonesia #bumn
https://money.kompas.com/read/2024/10/17/185809126/bei-dorong-bumn-untuk-melantai-di-bursa