7 Cara Menerapkan Gaya Hidup Zero Waste Anti Ribet - kumparan.com
Sebenarnya, menerapkan gaya hidup zero waste tidak sesulit kelihatannya, lho. Yuk, simak beberapa tipsnya berikut ini!
(Kumparan.com) 17/10/24 19:00 16616565
Pemanasan global kian meningkat seiring berkurangnya lahan hijau di sejumlah wilayah di dunia. Maka, masyarakat pun mulai sadar untuk menerapkan gaya hidup ‘zero waste’ guna meminimalisasi dampak fenomena tersebut.
Kini, gaya hidup zero waste bisa diterapkan dengan mudah di rumah. Kamu enggak perlu repot melakukan penanaman pohon di hutan, menyulap barang bekas jadi barang baru yang bermanfaat, atau bahkan membeli mobil listrik yang harganya selangit.
Tapi, kamu bisa memulainya dengan langkah-langkah yang sederhana terlebih dahulu. Misalnya dengan senantiasa membawa kantong belanja ramah lingkungan kalau bepergian ke mana pun, membawa tumbler pribadi ketika pergi ke coffee shop, dan lain-lain.
Komunitas Trash Ranger Indonesia akan membagikan pandangannya soal hal ini, teman kumparan. Simaklah pembahasan lengkapnya berikut ini yuk!
Pada dasarnya, gerakan zero waste dilakukan untuk mengurangi emisi karbon yang bisa memicu pemanasan global. Dimas Rahmat Naufal Wardhana, Ketua Media Trash Ranger Indonesia, bocorkan beberapa aktivitas sederhana yang bisa mendukung gerakan tersebut.
“Saat bepergian, kita bisa memilih untuk menggunakan transportasi umum. Lalu, konsistenlah membuang sampah sesuai kategorinya, memilah sampah dengan baik, membawa tumbler, dan seterusnya.”
Selain itu, ada juga langkah sederhana lain yang bisa kamu jadikan rutinitas. Berikut uraiannya yang bisa disimak:
Membeli produk curah atau tanpa kemasan, seperti sabun batangan atau bahan makanan di pasar, bisa membantu mengurangi limbah plastik. Pilihlah buah dan sayuran yang tidak dibungkus dengan plastik untuk menghindari sampah tambahan.
Membawa botol minum dan alat makan sendiri juga menjadi langkah sederhana yang efektif. “Aku sudah lama nggak beli air minum kemasan karena selalu bawa botol minum sendiri,” ujar Arini Sa’adah selaku pengurus Komunitas Belajar Zero Waste. Menurut Arini, cara ini tidak hanya mengurangi sampah plastik, tapi juga menghemat pengeluaran.
Mengurangi penggunaan tisu dengan beralih ke sapu tangan atau kain serbet adalah pilihan cerdas. Arin menjelaskan, "Aku sudah 3 tahun nggak beli tisu, aku ganti dengan sapu tangan yang bisa dicuci ulang."
Banyak kafe dan restoran masih menyediakan sedotan plastik sekali pakai, namun membawa sedotan stainless atau bambu sendiri bisa mengurangi sampah. Begitu juga dengan sendok dan garpu, gunakan yang reusable saat makan di luar.
Zero waste juga berarti belanja dengan lebih mindful, tidak berlebihan, dan hanya sesuai kebutuhan. Ini bisa membantu mengurangi sampah dari produk yang tidak terpakai atau kemasan berlebih.
Memilah sampah organik dan anorganik penting untuk mencegah tumpukan sampah di TPA yang bisa menghasilkan gas metana berbahaya. Arini menekankan, “Memilah sampah itu penting banget, karena kalau bercampur bisa menghasilkan gas metana yang berbahaya.”
https://kumparan.com/teman-kumparan/7-cara-menerapkan-gaya-hidup-zero-waste-anti-ribet-23jZFcA8nLH