Dana Kelolaan BPJS Ketenagakerjaan Tumbuh Dobel Digit per Kuartal III-2024
BPJS Ketenagakerjaan mencatatkan pertumbuhan dobel digit dana kelolaan per kuartal III-2024.
(Kontan-Uang) 17/10/24 21:00 16616858
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatatkan pertumbuhan dobel digit dana kelolaan per kuartal III-2024. Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun mengatakan hingga kuartal III-2024, total dana kelolaan mencapai Rp 776,8 Triliun.
"Nilai itu meningkat 13,22%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," ucapnya kepada Kontan, Kamis (17/10).
Secara rinci, Oni menjelaskan dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan per kuartal III-2024 terdiri dari program Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp 484,5 Triliun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 65,44 Triliun, Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 16,99 Triliun, Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp 182,31 Triliun, Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebesar Rp 14,05 Triliun, serta BPJS sebesar Rp 13,5 Triliun.
Oni menambahkan seluruh dana tersebut ditempatkan dalam berbagai instumen investasi. Adapun porsinya, yakni deposito 12,98%, surat utang 73,17%, saham 8,31%, reksadana 5,20%, properti 0,26%, dan penyertaan 0,07%.
Dalam periode tersebut, Oni mengatakan BPJS Ketengakerjaan berhasil membukukan hasil investasi sebesar Rp 38,45 Triliun.
"Nilai itu meningkat 8,44%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," tuturnya.
Oni memperkirakan dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan akan terus tumbuh seiring dengan bertambahnya jumlah kepesertaan pada 5 program, yakni JHT, JP, JKK, JKM, dan JKP.
Dia menyebut dana kelolaan JHT menjadi yang paling besar, mengingat profil liabilitasnya yang bersifat jangka panjang. Selain itu, didukung bonus demografi yang saat ini dirasakan Indonesia, yang mana usia peserta produktif atau usia 15-50 tahun mencapai 149,46 juta jiwa atau setara dengan 54,20% dari populasi Indonesia.
#berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #n-a