Sorotan Pengamat, Lini Serang Jadi Batu Sandungan Timnas Indonesia

Sorotan Pengamat, Lini Serang Jadi Batu Sandungan Timnas Indonesia

Ini menjadi tantangan bagi timnas Indonesia. Sebab sejauh ini sangat sulit mencari seorang penyerang yang sesuai dengan kebutuhan Shin Tae-yong.

(Kompas.com) 17/10/24 23:55 16632534

KOMPAS.com - Pengamat sepak bola Gita Suwondo menyebut lini serang masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi timnas Indonesia.

Timnas Indonesia membutuhkan penyerang yang bisa diandalkan untuk bisa menyempurnakan permainannya.

Pendapat tersebut berkaca dari sepak terjang pelatih Shin Tae-yong dan tim selama menjalani empat laga Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Rizky Ridho dkk tampil apik dengan menahan imbang tiga tim, Arab Saudi (1-1), Australia (0-0), dan Bahrain (2-2) serta sekali kali kalah dari China (1-2).

Sebuah prestasi mengingat Indonesia sebagai tim debutan mampu mengimbangi permainan dua tim punya sejarah tampil di Piala Dunia, Arab Saudi dan Australia.

Indonesia juga nyaris menang melawan Bahrain andai tidak diwarnai keputusan kontroversial dari wasit.

Akan tetapi, dari tiga laga itu Indonesia memiliki pola permainan yang sama, yakni andal dalam bertahan tetapi minim menyerang.

Total dari tiga laga tersebut pertahanan Indonesia menahan 61 tendangan, 14 tendangan ke arah gawang, dan 3 kebobolan.

Namun, Rafael Struick dkk hanya mencatatkan 18 tendangan, sembilan tendangan on target, dan mencetak tiga gol.

Celah Indonesia terekspose pada laga melawan China. Lini belakang yang tampil kurang prima membuat tim kebobolan dua gol terlebih dahulu.

Dalam kondisi tertinggal, Indonesia dituntut menyerang untuk menyamakan kedudukan, tetapi hanya mampu memperkecil kedudukan pada menit ke-86. Itu pun dicetak gelandang Tom Haye.

"Karena selama ini kan kita juga tidak gampang mencetak gol dan tidak gampang buka dan dapat peluang. Kalaupun dapat peluang bisa dimaksimalkan dengan finishing yang cukup bagus (tetapi itu jarang). Itu saja dan ini terulang lagi," tutur Gita Suwondo kepada Kompas.com, Kamis (17/10/2024).

Ia melihat Indonesia memang belum memiliki seorang predator yang bisa diandalkan dalam urusan mencetak gol. Perekrutan pemain-pemain diaspora pun banyak difokuskan ke lini belakang.

"Satu lagi dengan kedatang Kevin Diks pun akan kuat di belakang dan tengah. Kalau dimainkan sebagai DM, tetapi juga tidak akan membawa solusi untuk mencetak gol di depan. Kita harus dapat stiker,” ucapnya menyarankan.

Ini menjadi tantangan bagi timnas Indonesia. Sebab, sejauh ini sangat sulit mencari seorang penyerang yang sesuai dengan kebutuhan strategi Shin Tae-yong.

Pilihan untuk mencari penyerang diaspora pun juga cukup sulit. Karena Belanda yang dihuni banyak pemain diaspora pun saat ini kesulitan mencari seorang penyerang.

“Dengan kita mengacu diaspora pemain dari Belanda pertanyaannya adalah timnas Belanda sendiri kan juga tidak punya striker, pemain no 9 yang mumpuni,” ujar pria yang biasa disapa Bung GAZ itu.

“Ya bagaimana dia mempunyai pelapis keduanya untuk dijadikan diaspora kita yang juga mumpuni,” pungkasnya.

#indonesia #timnas-indonesia #indonesia-vs-china #shin-tae-yong #kualifikasi-piala-dunia-2026-zona-asia #china-vs-indonesia

https://bola.kompas.com/read/2024/10/17/23550088/sorotan-pengamat-lini-serang-jadi-batu-sandungan-timnas-indonesia