Ada Emiten Lagi Panas, 92,5% Sahamnya Dikuasai Satu Individu

Ada Emiten Lagi Panas, 92,5% Sahamnya Dikuasai Satu Individu

Saham emiten emas J Resources (PSAB) lagi panas. Dalam periode ytd saham PSAB sudah melambung 308%. - Halaman all

(InvestorID) 18/10/24 13:46 16660703

JAKARTA, investor.id - Emiten tambang emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sahamnya lagi panas dengan melonjak 13,25% ke Rp 376 per akhir sesi I perdagangan 18 Oktober 2024.

Sebanyak 663,45 juta saham PSAB ditransaksikan, frekuensi 31.287 kali, dan nilai transaksi Rp 245,57 miliar.

Sejak 11 Oktober-17 Oktober kemarin saham J Resources selalu menghijau. Dalam sepekan terakhir saham PSAB sudah melejit 42,42%. Dan dalam periode year to date (ytd) melambung 308,70%.

Pengendali J Resources Asia Pasifik (PSAB) adalah Jimmy Budiarto. Di mana satu individu ini menguasai 24.475.500.000 (92,5%) saham perseroan. Ia juga menjabat komisaris utama PSAB.

Jika menggunakan asumsi harga per sesi I hari ini, maka nilai kepemilikan Jimmy Budiarto sebesar Rp 9,2 triliun. Sedangkan publik memegang 7,5% saham PSAB. Adapun nilai kapitalisasi pasar PSAB Rp 9,9 triliun.

Per 30 September 2024, jumlah pemegang saham PSAB jadi 12.315 pihak. Melonjak 3.634 pihak dari bulan sebelumnya, yakni Agustus 2024, yang saat itu masih 8.681 pemegang saham J Resources Asia Pasifik.

Peringkat

Sementara itu, Pefindo menegaskan peringkat idBBB+ untuk PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) serta obligasi berkelanjutan I dan MTN I yang diterbitkan. Prospek atas peringkat perusahaan adalah stabil. Peringkat mencerminkan sumber daya dan cadangan tambang perusahaan yang cukup besar, fleksibilitas keuangan yang moderat, dan permintaan emas yang stabil.

Peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan perusahaan yang agresif, eksposur terhadap fluktuasi harga emas, serta risiko terkait pengembangan tambang baru.

Di sisi lain, harga emas di pasar berjangka naik +0,6% ke level US$ 2.707,5/troy ons pada perdagangan Kamis (17/10/2024) malam, menandai level tertinggi sepanjang masa (all–time high). Sejak awal 2024, harga emas telah meningkat sekitar +30%.

Stockbit Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan peningkatan harga emas terjadi seiring ketidakpastian prospek ekonomi global, mulai dari pemilu di AS hingga konflik di Timur Tengah. Selain itu, prospek pelonggaran moneter oleh bank sentral AS, The Fed, menjadi tambahan katalis bagi kenaikan emas.

Para delegasi pada pertemuan tahunan London Bullion Market Association awal pekan ini, disebut dalam ulasan Stockbit, mengekspektasikan bahwa emas dapat naik hingga US$ 2.941/ons dalam 12 bulan ke depan.

Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani menilai penguatan harga emas menjadi katalis positif bagi emiten produsen emas, termasuk J Resources Asia Pasifik (PSAB).

“Kenaikan harga emas berpotensi meningkatkan harga jual rata–rata (ASP) dan meningkatkan margin laba emiten,” sebut Hendriko dalam ulasannya, Jumat (18/10/2024) pagi.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #j-resources #psab #j-resources-asia-pasifik #saham-psab #jimmy-budiarto #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/377121/ada-emiten-lagi-panas-925-sahamnya-dikuasai-satuindividu