Belajar Keuangan dari Pengalaman Al Pacino

Belajar Keuangan dari Pengalaman Al Pacino

Aktor pemenang Oscar Al Pacino tidak terjun ke dunia akting demi uang. Di awal kariernya dalam dunia perfilman, ia tidak berpikir soal uang. - Halaman all

(InvestorID) 18/10/24 17:21 16660729

NEW YORK, investor.id – Aktor pemenang Oscar Al Pacino tidak terjun ke dunia akting demi uang. Di awal kariernya dalam dunia perfilman, ia tidak berpikir panjang tentang perencanaan keuangan.

Kini, dalam memoar barunya berjudul “Sonny Boy”, Al Pacino yang saat ini berusia 84 tahun itu berbagi ceritanya soal belajar keuangan.

Al Pacino mulai mengumpulkan jutaan dolar dari perannya dari film-film yang kemudian booming, bahkan menjadi ikon zaman. Film “The Godfather” dan “Scarface” membawanya ke puncak ketenaran. Sayangnya, ia sempat mengalami masalah keuangan karena tidak paham mengelola uangnya.

"Saya tidak mengerti cara kerja uang, sama seperti saya tidak mengerti cara kerja karier. Itu adalah bahasa yang tidak saya kuasai," tulisnya, seperti dikutip CNBC internasional, Jumat (18/10/2024).

Ia membayar tukang kebun seharga US$ 400.000 setahun untuk merawat rumah yang tidak ditinggalinya. Al Pacino tanpa sadar juga membayar 16 mobil dan 23 ponsel. Setelah itu, keuangannya mulai tak terkendali.

"Uang yang saya belanjakan dan ke mana uang itu digunakan hanyalah kumpulan kerugian yang gila-gilaan. Pintunya terbuka lebar dan orang-orang yang tidak saya kenal hidup dari saya," bebernya.

Namun, kurangnya pengalaman Pacino bukanlah satu-satunya faktor yang menyebabkan masalah keuangannya. Ia akhirnya mengetahui akuntannya telah salah mengelola dananya hingga membuatnya bangkrut.

"Saya punya US$ 50 juta dan kemudian saya tidak punya apa-apa."

- Al Pacino

Pada saat itu, Pacino berusia tujuh puluhan dan tidak berpikir ia akan dapat memperoleh uang sebanyak itu dari akting yang ia lakukan selama puncak kariernya.

Sebelum bangkrut, ia lebih suka memainkan karakter yang dapat ia hubungkan dan pahami tanpa mempedulikan berapa banyak uang yang akan ia hasilkan dari peran tersebut. Namun setelah dananya habis, ia mulai mengambil peran akting apa pun yang bisa ia dapatkan.

"\'Jack and Jill\' adalah film pertama yang saya buat setelah saya kehilangan uang. Sejujurnya, saya melakukannya karena saya tidak punya apa-apa lagi," ungkapnya. Ia juga membintangi beberapa film yang sangat buruk yang tidak akan disebutkan, hanya demi uang.

Namun, Pacino menemukan cara untuk mengubah sesuatu yang sudah ia sukai menjadi peluang menghasilkan uang yaitu dengan menyelenggarakan seminar.

Pacino ingat mengunjungi perguruan tinggi dan universitas pada awal 2000-an untuk berbicara dengan para mahasiswa tentang kariernya dan buku serta penulis drama favoritnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengadakan seminar umum dan mendapati bayarannya cukup untuk membiayainya selama sebulan.

"Jadi saya mulai bepergian ke mana-mana. Dan saya mendapati itu berhasil. Penonton datang karena saya masih populer," tulisnya. Pada akhirnya, Pacino mengatakan ia selalu percaya dirinya akan mampu bangkit kembali dan tidak pernah putus asa menghadapi pasang surut keuangan yang dialaminya.

"Mereka punya ungkapan, \'Anda tidak bisa melihat ke belakang\'. Yah, saya melihat ke belakang dan saya menyukainya. Saya suka apa yang saya lihat. Saya suka bahwa saya pernah ada," tulisnya.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #al-pacino #keuangan #the-godfather #perencanaan-keuangan #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/investory/377149/belajar-keuangan-dari-pengalaman-al-pacino