"Gerak Jakarta", Kisah Revitalisasi Kota dari Masa Soekarno hingga Kini

Buku 'Gerak Jakarta: Sejarah Ruang-Ruang Hidup' yang mengangkat perjalanan peremajaan Kota Jakarta dari masa ke masa. Halaman all

(Kompas.com) 18/10/24 21:16 16672098

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - PT Pembangunan Jaya memamerkan buku berjudul "Gerak Jakarta: Sejarah Ruang-Ruang Hidup" yang mengangkat perjalanan peremajaan Kota Jakarta dari masa ke masa.

Pameran buku ini berlangsung selama 10 hari, dari 18 hingga 27 Oktober 2024 di Atrium Mal Bintaro Xchange Mall 2, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Salah satu penulis buku, Frans Satyaki Sunito, menceritakan bahwa PT Pembangunan Jaya pertama kali didirikan pada 1961 di bawah dorongan Presiden RI Soekarno.

Saat itu, kondisi Jakarta sangat memprihatinkan dan memerlukan peremajaan.

"Mungkin kalian enggak bisa ngebayangin Jakarta itu kayak kampung besar dulu," ujar Frans kata Frans di lokasi pameran, Jumat (18/10/2024).

Soekarno kemudian menugaskan Gubernur Jakarta saat itu, Soemarno Sosroatmodjo, untuk melakukan pembenahan kota. Namun, karena keterbatasan anggaran pemerintah kota, gagasan melibatkan swasta pun muncul.

Proyek peremajaan pertama yang dilakukan adalah revitalisasi Pasar Senen, yang kala itu sangat kumuh.

"Waktu itu proyek pertamanya Pasar Senen. Pasar Senen dulu, waduh kumuh banget deh kalau lihat foto tahun-tahun awal abad ke-20," jelas Frans.

Pasar Senen, sebagai pasar terbesar dan tertua di Jakarta, dianggap memiliki potensi untuk diremajakan dengan bantuan swasta.

PT Pembangunan Jaya mengambil langkah untuk memperbarui pasar tersebut, dengan tetap memberikan tempat bagi pedagang lama dan membuka peluang bagi pedagang baru.

"Jadi oke diremajakan. Kemudian pedagang yang lamanya ditampung kembali. Swasta tertarik mengembangkan, seperti sekarang, swasta bikin pasar yang modern," tambahnya.

Buku "Gerak Jakarta" yang awalnya direncanakan hanya setebal 300 halaman, akhirnya berkembang menjadi 1.000 halaman yang terbagi dalam tiga volume.

"Waktu mulai bikin buku tadinya mau bikin cukup satu buku, 300 halaman. Begitu mulai digali dari sejarah Sunda Kelapa, ternyata sampai seribu halaman," ungkap Frans.

Buku ini hanya dicetak sebanyak 1.000 eksemplar dan dibagikan kepada kalangan terbatas, namun masyarakat masih bisa mengaksesnya secara digital melalui scan yang sedang disiapkan oleh PT Pembangunan Jaya.

"Ini cetakan pertama dan terakhir. Kami cetak ini untuk kalangan internal dan terbatas, tapi masyarakat bisa baca digitalnya nanti," kata Frans.

Frans juga menjelaskan bahwa tema peremajaan Jakarta diangkat karena PT Pembangunan Jaya merasa memiliki ikatan sejarah yang erat dengan kota tersebut.

"Pembangunan Jaya lahir dan besar di Jakarta, jadi merasa terpanggil untuk melakukan semacam corporate social responsibility (CSR), salah satunya dengan membuat buku ini," kata dia.

#pasar-senen #soekarno #sejarah-jakarta #revitalisasi-pasar-senen

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/10/18/21161921/gerak-jakarta-kisah-revitalisasi-kota-dari-masa-soekarno-hingga-kini