Minim Risiko, Pertamina Geothermal Energy Raih Peringkat Pertama ESG Risk Rating Global Halaman all
PGE sebagai subholding Power & New Renewable Energy Pertamina meraih peringkat pertama ESG Risk Rating Global dengan skor 7.1. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 17/10/24 21:24 16679772
KOMPAS.com – Pertamina melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) meraih peringkat pertama Environmental, Social and Governance (ESG) Risk Rating Global oleh Sustainalytics dengan skor 7.1, tergolong "Negligible Risk" atau risiko yang dapat diabaikan.
Prestasi ini menempatkan PGE sebagai perusahaan dengan risiko ESG terendah di sub-sektor energi terbarukan dan industri utilitas global.
ESG Risk Rating Sustainalytics menilai eksposur perusahaan terhadap risiko material ESG, seperti emisi karbon dan insiden kerja, serta kemampuan manajemen risiko perusahaan dalam mengatasi potensi risiko ini.
Selain itu, penilaian dari Sustainalytics juga menempatkan PGE di urutan pertama dalam IDX ESG Leader Index yang mengukur kinerja harga dari saham yang memiliki penilaian ESG yang baik.
Direktur Utama (Dirut) PGE Julfi Hadi menegaskan, insiatif penegakan prinsip ESG merupakan langkah strategis PGE dalam memberikan dampak positif yang signifikan terhadap masyarakat dan lingkungan, mengelola bisnis beretika, dan memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.
“Komitmen PGE dalam mengantisipasi risiko perubahan iklim menjadi salah satu praktik terbaik pengusahaan panas bumi yang berkelanjutan dan akuntabel. Capaian ini semakin memperkuat posisi Perusahaan sebagai perusahaan energi hijau kelas dunia,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (17/10/2024).
Julfi menambahkan, PGE juga telah memperkuat Strategi Keberlanjutan (ESG Roadmap) 2024–2030 dengan berbagai inisiatif.
“PGE mampu memberikan contoh pengelolaan ESG tidak hanya di bidang pengusahaan panas bumi, tetapi juga industri energi terbarukan secara global,” imbuhnya.
Di aspek lingkungan, PGE menargetkan penghindaran emisi sebesar 29 persen pada 2030 dan telah melaporkan risiko terkait iklim melalui Task Force on Climate-related Financial Disclosure (TCFD).
“Selain itu, program keanekaragaman hayati melalui Biodiversity Action Plan (BAP) juga terus berjalan,” lanjut Julfi.
Di aspek sosial, PGE mendukung pengembangan karyawan secara berkelanjutan dengan meningkatkan keterwakilan perempuan di posisi manajerial hingga 15 persen pada 2030 dan peningkatan pekerja dengan disabilitas hingga satu persen.
Pada aspek tata kelola, kata Julfi, PGE menerapkan praktik pengadaan berkelanjutan dengan memastikan vendor mengikuti standar ESG dan terus berkomitmen pada Good Corporate Governance (GCG).
“Sebagai perusahaan publik, PGE juga terus berkomitmen pada pemenuhan GCG dan patuh terhadap regulasi pengelolaan perusahaan terbuka,” paparnya.
Corporate Secretary PGE Kitty Andhora menyampaikan bahwa capaian PGE merefleksikan komitmen perusahaan untuk terus melindungi lingkungan, memberdayakan masyarakat, dan menegakkan GCG di seluruh aspek operasional perusahaan.
“Aspek ESG telah diinternalisasi secara mendalam oleh seluruh pekerja PGE sehingga seluruh pekerjaan dan inovasi yang kami berikan senantiasa didasarkan pada pertimbangan risiko terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan,” sebutnya.
#bumn #pertamina #esg-environmental #social-and-corporate-governance #pge