Harga Minyak Melorot, Catat Penurunan 7% dalam Sepekan

Harga Minyak Melorot, Catat Penurunan 7% dalam Sepekan

Harga minyak melorot pada Jumat (18/10/2024), mencatatkan penurunan lebih dari 7% sepanjang pekan ini, mengapa? - Halaman all

(InvestorID) 19/10/24 05:14 16679979

HOUSTON, investor.id - Harga minyak melorot pada Jumat (18/10/2024), mencatatkan penurunan lebih dari 7% sepanjang pekan ini. Setelah data menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi China dan investor mencerna prospek yang beragam dari konflik di Timur Tengah.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent anjlok US$ 1,39 (1,87%) menjadi US$ 73,06 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) ditutup jatuh US$ 1,45 (2,05%) menjadi US$ 69,22 per barel.

Sepanjang pekan ini, Brent mencatat penurunan lebih dari 7%, sementara WTI kehilangan sekitar 8%. Ini merupakan penurunan mingguan terbesar sejak 2 September lalu, saat OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) memangkas perkiraan permintaan minyak global untuk 2024 dan 2025.

Di China, negara pengimpor minyak terbesar di dunia, pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga melambat ke level terendah sejak awal 2023, meskipun konsumsi dan output industri pada bulan September melampaui ekspektasi.

"China menjadi kunci dalam sisi permintaan, sehingga hal ini sangat membebani harga minyak hari ini," ujar John Kilduff, mitra di Again Capital, New York.

Produksi kilang minyak China mengalami penurunan selama enam bulan berturut-turut karena margin kilang yang tipis dan konsumsi bahan bakar yang lemah mengurangi aktivitas pemrosesan.

Ekonomi China

Analis energi independen yang berbasis di Paris dan mantan kepala divisi minyak di IEA Neil Atkinson mengatakan, tidak bisa mengabaikan dampak kendaraan listrik di China. "Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, termasuk kelemahan ekonomi China dan juga peralihan menuju elektrifikasi transportasi,” jelasnya.

Penjualan kendaraan listrik di China melonjak 42% pada Agustus, mencapai rekor tertinggi lebih dari satu juta unit.

Sementara itu, bank sentral China meluncurkan dua skema pendanaan yang awalnya akan mengucurkan 800 miliar yuan (US$ 112,38 miliar) ke pasar saham melalui alat kebijakan moneter baru.

“Data ekonomi China menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang belum stabil, tetapi upaya stimulus tambahan baru-baru ini mengecewakan partisipan pasar,” kata Rishi Rajanala, rekanan di Aegis Hedging.

Di sisi lain, Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa ada peluang untuk menangani konflik Israel dan Iran dengan cara yang dapat menghentikan konflik di Timur Tengah untuk sementara waktu.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #konflik-di-timur-tengah #ekonomi-china #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/377187/harga-minyak-melorot-catat-penurunan-7-dalam-sepekan