Harga Batu Bara Jatuh, Tertekan Kenaikan Produksi China
Harga batu bara jatuh pada Jumat (18/10/2024). Hal itu karena tertekan kenaikan produksi batu bara China. - Halaman all
(InvestorID) 19/10/24 09:10 16727231
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara jatuh pada Jumat (18/10/2024). Hal itu karena tertekan kenaikan produksi batu bara China.
Harga batu bara Newcastle untuk Oktober 2024 turun US$ 0,35 menjadi US$ 145,4 per ton. Sedangkan November 2024 jatuh US$ 1,7 menjadi US$ 145,9 per ton. Sementara itu, Desember 2024 terkoreksi US$ 1,65 menjadi US$ 148,1 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Oktober 2024 malah naik US$ 0,8 menjadi US$ 119,35. Sedangkan, November 2024 turun US$ 0,7 menjadi US$ 116,85. Sedangkan pada Desember 2024 jatuh US$ 0,85 menjadi US$ 118,1.
Dikutip dari Reuters, produksi batu bara China naik 4,4% year on year (yoy) pada September, menurut data biro statistik. Setelah inspeksi keselamatan diluncurkan di awal tahun dan lebih banyak kapasitas batu bara menjadi bahan kimia kembali beroperasi.
Produksi September naik menjadi 414,46 juta metrik ton, dari 396,55 juta ton pada Agustus. "Produksi batu bara pada September terus meningkat, terutama diuntungkan oleh peningkatan keselamatan tambang," kata analis di Galaxy Futures.
Kecelakaan dan kematian di tambang batu bara di provinsi penghasil utama Shanxi turun masing-masing sebesar 42% dan 40% pada paruh pertama tahun ini karena peningkatan inspeksi keselamatan, menurut administrasi keselamatan tambang provinsi tersebut. Hal itu memungkinkan tambang untuk melanjutkan produksi guna memenuhi permintaan yang lebih kuat.
Batu Bara China
Provinsi tersebut, yang menambang 29% batu bara China pada tahun 2023, memberi tahu para penambang untuk mengekang kelebihan produksi sebagai tindakan keselamatan awal tahun ini.
Tidak hanya itu, harga batu bara juga tertekan oleh pelemahan gas alam. Kontrak Berjangka Gas Alam TTF Dutch, yang menjadi acuan perdagangan gas di Eropa, turun 0,6% menjadi 39,39 euro per megawatt-jam (Mwh).
Sementara itu, Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, Sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan harga batu bara datang dari data terbaru Biro Statistik Nasional menunjukkan pembangkit listrik termal di China naik 8,9% pada bulan September. Selain itu, laporan terbaru IEA memproyeksikan konsumsi batu bara di India akan meningkat dipicu oleh peningkatan pembangkit listrik berbasis batu bara sebesar lebih dari 15% pada 2030.
“India merupakan konsumen batu bara terbesar kedua dunia untuk pembangkit listrik setelah China,” papar Yoga.
Yoga menambahkan, selama sepekan harga batu bara bergerak melemah sebesar 2,19%. Sepanjang Oktober hingga penutupan pekan ketiga, harga batu bara terpantau naik sebesar 3,47%. “Dilihat secara year to date (ytd), harga batu bara terpantau mencatatkan penguatan sebesar 11,9%,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-batu-bara #harga-batu-bara-newcastle #harga-batu-bara-rotterdam #batu-bara #produksi-batu-bara-china #harga-gas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/377201/harga-batu-bara-jatuh-tertekan-kenaikan-produksi-china