Perkembangan Pendidikan IPS di Indonesia Mulai dari Pertama Masuk ke Sekolah
Simak perkembangan pendidikan IPS di Indonesia mulai dari pertama masuk ke dunia persekolahan Indonesia hingga saat ini.
(Kumparan.com) 20/10/24 18:45 16748880
Perkembangan pendidikan IPS di Indonesia mulai dari pertama masuk ke dunia persekolahan Indonesia hingga saat ini memiliki perjalanan yang menarik. Pada tahun 1974, pendidikan IPS resmi diintegrasikan ke dalam kurikulum nasional melalui Kurikulum 1975.
Sebelumnya, pendidikan IPS diperkenalkan oleh IKIP Bandung melalui Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) pada tahun 1972. Pada saat itu, IPS mencakup disiplin ilmu utama seperti geografi, sejarah, dan ekonomi, serta sosiologi dan politik.
Perkembangan pendidikan IPS di Indonesia mulai dari pertama masuk ke dunia persekolahan Indonesia hingga saat ini penting untuk diketahui. Mengutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial Dalam Perspektif Etnopedagogi, Dr. Deny Setiawan, dkk, (2022), inilah perkembangannya.
Pendidikan IPS mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1974 melalui Kurikulum 1975. Sebelum itu, pendidikan IPS diimplementasikan oleh IKIP Bandung melalui Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) pada tahun 1972.
Dalam kurikulum ini, IPS mencakup disiplin ilmu utama seperti geografi, sejarah, dan ekonomi, serta sosiologi, antropologi, dan politik sebagai pendamping. Pendidikan IPS dibagi menjadi empat profil: Pendidikan Moral Pancasila, IPS terpadu untuk SD, IPS terkonfederasi untuk SMP, dan IPS terpisah untuk SMA.
Kurikulum 1984 membawa penyempurnaan dalam pendidikan IPS dengan memasukkan nilai-nilai P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) ke dalam aspek pendidikan moral.
Meskipun format pendidikan IPS tetap dipertahankan, di tingkat SMA, mata pelajaran IPS disajikan secara terpisah dengan batasan materi yang jelas. Konsep pembelajaran IPS berkembang dengan dua pendekatan: "citizenship transmission" di jenjang pendidikan dasar dan "social science" di jenjang SMA.
Perubahan besar terjadi pada kurikulum 1994 setelah diberlakukannya UU Sisdiknas No. 2 Tahun 1989. Pada kurikulum ini, pendidikan moral dan P4 digabungkan menjadi satu mata pelajaran, yakni kewarganegaraan (PPKn).
Mata pelajaran IPS untuk SD tetap menggunakan pendekatan terpadu, sedangkan untuk SMP menggunakan pendekatan terkonfederasi, dan di SMA, IPS disajikan secara terpisah.
Pada tahun 2006, kurikulum IPS mengalami perubahan dengan diperkenalkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Dalam kurikulum ini, penekanan pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) diperkenalkan, dan IPS diajarkan secara terintegrasi di jenjang SMP, sementara di SMA, mata pelajaran IPS diajarkan secara terpisah.
Perkembangan terbaru terjadi pada tahun 2013 dengan peluncuran kurikulum yang lebih terintegrasi. Pendidikan IPS di jenjang SD dan SMP menggunakan model keterpaduan, sedangkan di SMA tetap menggunakan pendekatan terpisah.
Kurikulum ini juga mengakomodasi nilai-nilai keterampilan abad 21, meskipun tantangan dalam penyampaian keterampilan sosial masih ada.
Kurikulum Merdeka diperkenalkan pada tahun 2022 sebagai respons terhadap kebutuhan pendidikan yang lebih fleksibel dan adaptif. Kurikulum ini memberikan kebebasan bagi sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam konteks IPS, pendekatan ini membuat pengintegrasian proyek berbasis masalah dan pengembangan kompetensi sosial siswa. Siswa diajak untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar dan teknologi.
Meski perkembangan pendidikan IPS di Indonesia mulai dari pertama masuk ke dunia persekolahan Indonesia hingga saat ini banyak perubahan, pendidikan IPS di Indonesia tetap menghadapi tantangan yang cukup berat. Oleh karena itu, penting untuk selalu beradaptasi. (RIZ)