Perhimpunan Rumah Sakit Hadapi Tantangan Turunkan Pasien Berobat ke Luar Negeri
Rumah sakit di Indonesia menghadapi berbagai tantangan di masa depan, termasuk untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 serta menurunkan jumlah pasien yang berobat ke luar negeri. - Halaman all
(InvestorID) 20/10/24 19:04 16752176
JAKARTA, investor.id – Rumah sakit di Indonesia menghadapi berbagai tantangan di masa depan, termasuk untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 serta menurunkan jumlah pasien yang berobat ke luar negeri.
“Tantangan rumah sakit di Indonesia ke depan itu banyak. Yang pertama bagaimana rumah sakit berkontribusi untuk bangsa dan negara. Untuk mencapai Indonesia Emas 20245 itu kan bagaimana kita membangun sumberdaya manusia (SDM) yang produktif dan kompetitif, termasuk di bidang kesehatan,” kata Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) yang baru terpilih, dr Bambang Wibowo, SpOG, SubSp.KFm, MARS, FISQua di sela Kongres PERSI XVI di JCC, Jakarta, Sabtu (19/10/2024).
Kedua, tambah Bambang, “Bagaimana mewujudkan SDM itu sehat. Kalau sehta, pasti produktifitasnya tinggi,” lanjut Bambang.Na
Ketiga, lanjut Bambang, yaitu dari sisi ekonomi. “Kalau kita bisa menahan masyarakat berobat ke luar negeri, kita kembangkan medical tourism lokal,” tambah Bambang.
Masalahnya, lanjut Bambang, untuk mewujudkan itu juga tidak mudah. “Kami butuh dukungan dari pemerintah agar industri rumah sakit di Indonesia bisa tumbuh,” pinta Bambang.
Beberapa yang menjadi penghambat industri rumah sakit Indonesia untuk bisa tumbuh dan menjadi medical tourism bagi pasar rakyatnya sendiri adalah harga obat yang mahal dan alat kesehatan yang mahal.
“Obat dan alat-alat kesehatan di dalam negeri kit aini mahal, karena pajaknya tinggi. Kalau ini tidak termasuk barang mewah, artinya ongkos produksi layanan kesehatan juga akan turun. Jadi kami berharap regulasi-regulasi yang memberatkan itu diperbaiki dan dibuat peraturan perundang-undangan yang bisa mendorong rumah sakit tumbuh dan mudah berkompetisi dengan baik sehingga ini bisa menahan pasien kita berobat ke luar negeri,” tandas Bambang.
Sebagai informasi, Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) XVI, Seminar Nasional PERSI XX, Seminar Tahunan Patient Safety XVIII, serta Hospital Expo XXXVI 2024 digelar sejak Rabu, 16 Oktober 2024 dan ditutup Sabtu, 19 Oktober di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kegiatan ini mengusung tema Rumah Sakit Tumbuh, Tangguh, dan Berkualitas untuk Semua.
Rangkaian kegiatan itu diikuti lebih dari 1.000 peserta dari kalangan rumah sakit seluruh Indonesia, Regulator, Pemilik, Pimpinan RS, Praktisi, pakar dan mahasiswa manajemen perumahsakitan, serta seluruh pemangku kepentingan rumah sakit. Saat ini PERSI terdiri dari 33 PERSI wilayah di seluruh Indonesia, 18 Asosiasi Perumahsakitan dan beranggotakan 2.803 rumah sakit.
Pada rangkaian seminar dikupas topik Peran RS dalam Mencapai UHC dan SDG’s, Kesiapan RS dalam Implementasi Kebijakan – kebijakan pemerintah, Sustainabilitas RS dalam Penyelenggaraan JKN, How to Developed Hospital Global Rating, SMART Hospital, Health Outlook Bisnis RS Indonesia, Industri Bisnis Rumah Sakit, System Safety for The Future, hingga Penegakan Anti Rasuah dalam Dunia Kesehatan.
Selain itu, diselenggarakan pula rangkaian kegiatan side event, di antaranya Redesain Bangunan Sarpras untuk Pengampuan KJSU, Hospital Quality Improvement, Leadership, Menyongsong Implementasi Kebijakan KRIS, serta RS Ramah Keselamatan Pasien.
Ada pula berbagai workshop di antaranya, Penguatan Peran Clinical Leadership di Bidang Medis dalam Meningkatkan Kualitas Asuhan Medis, Keselamatan Pasien, Koding Tepat dan Klaim Tanpa Fraud, Penguatan Pelaksanaan Pengendalian Resistansi, Antimikroba (PPRA) di Rumah Sakit, Hukum RS, Pendekatan Komprehensif Rumah Sakit dalam Mewujudkan dan Meningkatkan Budaya Keselamatan Pasien selama Proses Pemberian Asuhan Pasien, Penyusunan Hospital Disaster Plan, serta Implementasi Audit Medik.
PERSI Award
Selain itu, diselenggarakan pula rangkaian kompetisi PERSI Award. Terkumpul 463 makalah mengenai berbagai program inovasi terdiri atas kategori Kode Etik dan Perilaku Rumah Sakit, Corporate Social Responsibilty, Green Hospital, Health Services During Crisis, Healthcare Workers’ Wellbeing, Leadership and Management, Quality and Patient Safety, Innovation in Healthcare IT, serta Customer Service, Marketing and Public Relation. Setiap peserta mengikuti proses penilaian dewan juri, para finalis juga memaparkan dan membagikan praktik terbaiknya pada rumah-rumah sakit lainnya pada sesi Side Event.
Pada kegiatan ini, PERSI juga memberikan anugerah kepada sejumlah pihak yang berprestasi dalam tiga kategori bidang pelayanan perumahsakitan. Kategori Paramakarya Parama Husada merupakan penghargaan tertinggi PERSI kepada tokoh masyarakat/lembaga/ instansi atas perhatian yang besar serta prakarsa dalam pengembangan upaya dibidang perumahsakitan pada umumnya dan rumah sakit pada khususnya.
Anugerah ini diberikan kepada Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE, FISR atas kiprahnya menulis artikel terkait Covid-19 serta tema kesehatan lainnya.
Anugerah serupa juga diberikan pada Menteri Kesehatan periode 2014 – 2019 Prof Dr dr Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M(K) atas kontribusinya menginisiasi dan memimpin berbagai program kesehatan preventif dan promotif, rumah sakit pratama, wajib kerja dokter spesialis, serta Nusantara Sehat.
Penerima ketiga adalah Menteri Kesehatan 2012-2014 dr Andi Nafsiah Walinono-Mboi SpA, MPH atas sumbangsihnya mengatasi kasus kematian ibu dan anak di wilayah tertinggal.
Kategori anugerah kedua, Dharmartha Husada, merupakan penghargaan tertinggi PERSI kepada rumah sakit Anggota PERSI yang telah menunjukkan prestasi kemasyarakatan yang menonjol dalam pengamalan pelayanan. Kategori ini diraih Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, pusat rujukan nasional untuk penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
Penerima Anugerah Paramakarya Darmatahusada lainnya adalah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain itu, diberikan pula pada RS An-Nisa Tangerang yang telah sukses mengimplementasikan pembiayaan efektif dalam kerangka JKN sehingga telah menjadi model pembelajaran bagi lebih dari 400 rumah sakit.
Kegiatan terbaru dalam rangkaian kegiatan PERSI ini adalah Pemeringkatan Rumah Sakit yang dapat diikuti gratis. Peringkat Rumah Sakit terbaik Indonesia dikembangkan oleh PERSI dalam rangka mendorong peningkatan mutu pelayanan klinis seluruh rumah sakit di Indonesia melalui mekanisme penilaian kinerja klinis meliputi kriteria input, proses, dan hasil pelayanan klinis
Sistem peringkat ini diharapkan dapat menjadi bagian dari proses kaji banding antar rumah sakit dan sebagai sumber informasi bagi masyarakat
Pada tahun 2024 ini PERSI menetapkan 3 katagori peringkat, yaitu untuk pelayanan: Jantung, Kanker, dan Neurologi.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #perhimpunan-rumah-sakit-seluruh-indonesia #rumah-sakit #persi #medical-tourism #kesehatan #alat-kesehatan #alkes #wisata-medis #berita-ekonomi-terkini