Saham yang Lagi Laku Keras Gara-gara Emas, Apalagi Ada Ramalan Ini
Saham J Resources (PSAB) lagi panas di tengah lonjakan harga emas. PSAB telah melambung 300% dalam periode ytd. - Halaman all
(InvestorID) 21/10/24 07:34 16774038
JAKARTA, investor.id - Emiten tambang emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sahamnya lagi laku keras dan harganya melonjak 10,84% ke Rp 368 pada perdagangan Jumat 18 Oktober 2024 pekan lalu.
Sebanyak 885,64 juta saham PSAB ditransaksikan, frekuensi mencapai 43.750 kali, dan nilai transaksi tembus Rp 327 miliar.
Saham J Resources Asia Pasifik diakumulasi. Di mana broker UBS Sekuritas Indonesia net buy Rp 23,1 miliar, JP Morgan Sekuritas Indonesia net buy Rp 15,5 miliar, dan Mandiri Sekuritas net buy Rp 5 miliar.
Asing juga memborong saham produsen emas. Pada 18 Oktober, asing net buy saham PSAB sebesar Rp 39,7 miliar.
Sepanjang pekan lalu saham J Resources selalu menghijau. Dalam sepekan terakhir saham PSAB sudah melejit 39,39%. Dan dalam periode year to date (ytd) melambung 300%.
Pengendali J Resources Asia Pasifik (PSAB) adalah Jimmy Budiarto. Di mana satu individu ini menguasai 24.475.500.000 (92,5%) saham perseroan. Ia juga menjabat komisaris utama PSAB.
Harga Emas
Harga emas sendiri terus naik hingga menembus lebih dari US$ 2.700 per ons dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada Jumat (18/10/2024). Hal itu berkat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, ketidakpastian terkait pemilu presiden Amerika Serikat (AS), dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.
Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot melonjak 1% menjadi US$ 2.720,05 per ons pada pukul 18:58 GMT, setelah mencatatkan rekor tertinggi di level US$ 2.722. Sedangkan kontrak berjangka emas AS juga ditutup melesat 0,8% menjadi US$ 2.730 per ons.
Para delegasi pada pertemuan tahunan London Bullion Market Association awal pekan lalu, disebut dalam ulasan Stockbit, mengekspektasikan bahwa emas dapat naik hingga US$ 2.941/ons dalam 12 bulan ke depan.
Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani sempat mengungkapkan penguatan harga emas menjadi katalis positif bagi emiten produsen emas, termasuk J Resources Asia Pasifik (PSAB).
Sementara itu, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebut, harga emas akan terus memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada pekan ini. Bahkan siap menembus angka fantastis. Hal itu ditopang oleh memanasnya perang Rusia-Ukraina, kondisi politik di Amerika Serikat (AS) hingga ekonomi China.
Ibrahim menjelaskan, perang Rusia-Ukraina kembali memanas, usai Presiden Ukraina Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut ada keterlibatan Korea Utara (Korut) dalam perang tersebut. Sebab, terdeteksi ada 10 ribu pasukan Korut yang melakukan penyerangan ke Ukraina. “Hal itu menandakan adanya keterlibatan negara lain dalam perang tersebut, sehingga dikhawatirkan perang akan meluas,” ungkapnya kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Tidak hanya itu, lanjut Ibrahim, kondisi politik AS menjelang pemilu Presiden yang digelar pada 20 November mendatang, Masyarakat AS banyak yang berekspektasi bahwa pemilu tersebut akan dimenangkan oleh Donald Trump. Jika benar-benar menang nantinya, Trump diprediksi akan lebih fokus pada perdagangan. “Disisi lain, pasar khawatir akan adanya potensi interferensi Trump terhadap Bank sentral AS,” jelasnya.
Ibrahim menambahkan, ekonomi China juga menjadi salah satu pendorong harga emas terus mencetak rekor pda pekan ini. Hal ini seiring dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi China hanya berada di 4,7, yang berarti bahwa negara tersebut masih mengalami permasalah yang rumit. Ditambah lagi, data manufaktur China yang hanya berada di 4,8. Hal ini akan menjadi pendorong China untuk kembali mengelontorkan stimulus.
“Harga emas diperkirakan bersiap menembus level US$ 2.740 pada pekan ini. Sedangkan akhir tahun tidak menutup kemungkinan akan mencapai US$ 2.800,” tambah Ibrahim.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #j-resources #psab #emas #harga-emas #saham-psab #j-resources-asia-pasifik #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/377337/saham-yang-lagi-laku-keras-garagara-emas-apalagi-ada-ramalan-ini