Pintu Perluas Edukasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital RI
Perusahaan kripto juga masuk ke dalam pemain fintech di sektor baru yang turut menyumbang peningkatan ekonomi digital di Indonesia. Halaman all
(Kompas.com) 21/10/24 10:42 16779956
JAKARTA, KOMPAS.com – Industri financial technology (Fintech) terus mengalami transformasi positif. Salah satunya dari peningkatan jumlah perusahaan fintech di Indonesia.
Berdasarkan data Statista, perusahaan fintech tumbuh signifikan dari 51 perusahaan di tahun 2011, naik menjadi 336 perusahaan di tahun 2023.
Perusahaan kripto juga masuk ke dalam pemain fintech di sektor baru yang turut menyumbang peningkatan ekonomi digital di Indonesia.
PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto.Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad mengungkapkan, kemajuan industri fintech yang masuk dalam kategori digital masih relevan dengan pandemi Covid-19 yang telah terjadi beberapa tahun lalu.
"Pandemi tersebut punya dampak besar pada penggunaan layanan fintech di kehidupan sehari-hari yang membuat masyarakat pindah ke aktivitas digital dan hampir seluruh industri fintech mendapatkan pengaruh tersebut tak terkecuali industri kripto," ujar Iskandar dalam keterangan tertulis, Senin (21/10/2024).
Secara umum industri fintech dan ekosistem ekonomi digital di Indonesia melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi, nilai transaksi perdagangan digital di tahun 2024 bisa menyentuh Rp 500 triliun.
Adapun untuk transaksi aset kripto, OJK mencatat, hingga Agustus 2024 lalu sudah tembus Rp 344 triliun.
Iskandar menyatakan, tingginya transaksi kripto menjadi kabar baik karena makin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya investasi untuk mengembangkan aset yang dimiliki.
"Di lain sisi, tantangannya semakin besar terutama dari sisi edukasi agar masyarakat bisa berinvestasi dengan bertanggung jawab dan bijak, khususnya pada aset kripto yang masuk dalam kategori high risk high return," ungkap Iskandar.
PIXABAY/PHOTOSPIRIT Ilustrasi aset kripto, kripto. Bursa berjangka kripto PT Bursa Komoditi Nusantara (CFX) meluncurkan produk pertamanya, yaitu Produk Derivatif Aset Kripto.Dia menyebut, meski pertumbuhan kripto dan fintech masif, edukasi tetap menjadi tantangan terbesar khususnya di industri kripto yang adopsinya sangat pesat.
"Sejak awal kami telah memahami hal tersebut dan tentu kami ambil tanggung jawab dalam memberikan sarana dan prasarana edukasi bagi masyarakat yang belum berinvestasi kripto atau pun yang membutuhkan analisis terkait pasar kripto. Beberapa strategi yang telah kami jalankan di antaranya berinvestasi pada channel edukasi Pintu Academy & Pintu News,” ungkap Iskandar.
Strategi lain yang dilakukan, imbuh dia, adalah aktif berkolaborasi dengan berbagai stakeholders seperti Bappebti, bursa kripto CFX, asosiasi, universitas, hingga banyak komunitas.
"Kami percaya kolaborasi menjadi salah satu langkah terbaik untuk mempercepat dan memperluas edukasi terkait aset kripto. Kolaborasi dengan berbagai mitra strategis ini juga termasuk membahas mengenai perkembangan regulasi aset kripto. Kita patut berbangga, dari sisi regulasi Indonesia cukup cakap dan adaptif untuk mengakomodir kegiatan perdagangan investasi kripto yang saat ini ekosistem perdagangannya semakin kuat,” tutur Iskandar.
#fintech #aset-digital #aset-kripto #kripto #berinvestasi-kripto