OJK Bakal Turunkan Bunga Pinjaman Tahun Depan, Akseleran Beberkan Beberapa Dampaknya
Penurunan bunga pinjaman akan berdampak pada imbal hasil lender dan keuangan perusahaan.
(Kontan-Keuangan) 21/10/24 17:28 16792503
Reporter: Nadya Zahira | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA.PT Akselerasi Usaha Indonesia (Akseleran)angkat bicara menanggapi rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menurunkanbunga pinjaman industri fintechpeer to peer(P2P) lending pada tahun depan. Menurut perseroan hal ini bisa berdampak pada hal.
CEO & Co-Founder Akseleran, Ivan Nikolas Tambunanmenyebut penurunan bunga pinjaman tidak hanyaberdampak pada imbal hasil lender tetapi juga pada inklusi keuangan perusahaan.
“Apalagi borrower-borrower kami kecil sizenya, seperti onlinemerchantdan lainnya itu, bunganya all-inhanya sampai 2,5% per bulan. Ini yang kami nanti akan kesulitan untuk layani kalau di tahun depan, pinjaman diturunkan bunga maksimalnya,” kata CEO & Co-Founder Akseleran, Ivan Nikolas Tambunan, kepada KONTAN, Jumat (18/10).
Rencananyabunga pinjamankonsumtifakan turun dari 0,3%menjadi 0,2%, sedangkan produktif masihtetap diperhankan0,1%.
Meski begitu, Ivan mengatakan bahwa pihaknya masih mengukur efek terkait penyesuaian bunga pinjaman yang akan berlaku tersebut.
“Memang pada dasarnya, penurunan tingkat bunga akan mempengaruhi industrifintech lendingsecara keseluruhan,” kata dia.
Industrifintech peer to peer(P2P)lending, terkhusus sektor konsumtif, akan dihadapkan lagi terhadap penurunan bunga menjadi sebesar 0,2% per hari pada awal tahun 2025, dari yang sebelumnya 0,3% per hari.
Sedangkan untuk sektor produktif, tidak ada penurunan bunga pada tahun depan, masih tetap sama bunganya sebesar 0,1% per hari, sejak awal tahun 2024.
Adapun penurunan suku bunga tersebut, disebut akan berdampak ke imbal hasil yang akan didapatkan olehlenderatau pemberi pinjaman untukfintech lending.
Dia menyebutkan, hingga saat ini jumlah lender retail di Akseleran lebih dari 200.000, sedangkan institutional ada belasan bank. Di mana, institutional memberikan sekitar 60% funding, kemudianlenderritelmemberikan sebanyak 40%pendanaan.
Untuk itu, Ivan mengatakan bahwa pihaknya akan selalu menerapkan strategi agarlenderterus berminat dalam memberikan pinjaman. Salah satunya seperti memberikanpeace of mindke paralendersehingga mereka tetap senang memberikan pendanaan di platform Akserelan.
“Peace of mind ini tercapai dengan Non Performinf Loan (NPL) yang rendah. Nah, NPL yang rendah ini tercapai denganassessmentpinjaman yangprudent,” kata dia.
Ia menyebutkan, sampai dengan September 2024, penyaluran pinjaman Akseleran mencapai sebesar Rp 2,25 triliun.
Selain itu, Akseleran juga telah menerapkan sejumlah strategi untuk mendorong peningkatan penyaluran pembiayaan tersebug. Di antaranya, menerapkandirect sales, yang diharapkan bisa meraih lebih banyak pinjaman.
Selanjutnya, dari sisichannel partnershipjuga dilakukan dengan platform digital, termasuk dalam strategi perusahaan untuk mendapatkan lebih banyak lagiborrower.
#multifinance #akseleran #pt-akselerasi-usaha-indonesia #bunga-pinjaman-fintech #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #multifinance #n-a