Saham Diskon Sektor Energi, Ada yang Akumulasi, Lo Kheng Hong Pegang Banyak
Saham emiten energi jagoan Lo Kheng Hong, PGN (PGAS) ada yang akumulasi kemarin. Harga saham PGAS pun menguat. - Halaman all
(InvestorID) 22/10/24 07:27 16819870
JAKARTA, investor.id - Saham emiten energi jagoan Lo Kheng Hong, PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS) menguat 1,31% ke Rp 1.545 pada perdagangan 21 Oktober 2024 kemarin.
Sebanyak 49,30 juta saham PGN ditransaksikan, frekuensi 6.747 kali, dan nilai transaksi Rp 75,96 miliar.
Saham PGAS jagoan Lo Kheng Hong ada yang akumulasi kemarin. Broker Semesta Indovest Sekuritas membukukan net buy saham PGN mencapai Rp 25,3 miliar. Sedangkan JP Morgan Sekuritas net buy Rp 7 miliar.
Asing juga memburu saham emiten energi ini. Di mana asing mencatatkan net buy saham PGAS Rp 10,4 miliar.
Secara valuasi, rasio price to book value (PBV) PGAS masih 0,86 kali masih terdiskon undervalue. Sedangkan price earning ratio (PER) 6,12 kali (annualized). Nilai kapitalisasi pasarnya Rp 37,45 triliun.
Lo Kheng Hong
Sebelumnya terungkap kepemilikan investor kawakan Lo Kheng Hong terpantau bertambah atas saham salah satu emiten energi yang bertengger di indeks LQ45, yakni PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS).
Berdasarkan data kepemilikan per 31 Agustus 2024, jumlah saham PGN (PGAS) yang dipegang Lo Kheng Hong menjadi 194.764.800 (0,80%) saham.
Membuat Pak Lo – sapaan akrabnya – ada di nomor 7 daftar pemegang saham PGN terbesar. Posisi Pak Lo di atas BlackRock di nomor 8 dengan jumlah kepemilikan 175.434.700 (0,72%) saham PGAS.
Jumlah kepemilikan Lo Kheng Hong per 31 Agustus tersebut sudah bertambah 44.786.700 saham dibandingkan data per 30 April 2024. Saat itu Pak Lo masih memiliki 149.978.100 (0,62%) saham PGN.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #lo-kheng-hong #pgn #pgas #saham-lo-kheng-hong #saham-pgas #perusahaan-gas-negara #berita-ekonomi-terkini