Tri Adhianto Janjikan Dana Rp 100 Juta Per RW di Bekasi untuk Pembangunan Wilayah
Dana tersebut dapat digunakan untuk beragam kebutuhan, seperti perbaikan infrastruktur jalan, keamanan, hingga pemeliharaan balai warga RT-RW. Halaman all
(Kompas.com) 22/10/24 08:22 16820494
BEKASI, KOMPAS.com - Calon wali kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menjanjikan dana Rp 100 juta untuk pembangunan dan perbaikan setiap RW lewat program "RW Berdaya" jika menang Pilkada Kota Bekasi 2024.
"Program ini termasuk untuk menggerakan ekonomi lokal," kata Tri, dikutip dari siaran pers, Selasa (22/10/2024).
Dana tersebut dapat digunakan untuk beragam kebutuhan, seperti perbaikan infrastruktur jalan, keamanan, hingga pemeliharaan balai warga RT-RW, posyandu, maupun taman.
Namun untuk kegiatan infrastruktur yang lebih kompleks, kata dia, tetap harus melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
"RW dapat lebih cepat menangani permasalahan di wilayahnya yang sifatnya mendesak tanpa harus menunggu melalui jalur Musrenbang yang biasanya lebih kompleks dan memerlukan anggaran yang lebih besar," ungkap Tri.
Dana ini bukan diperuntukkan sebagai insentif bagi pengurus RW, melainkan anggaran pengelolaan lingkungan yang bisa langsung digunakan untuk kebutuhan wilayah serta menggerakan ekonomi di lingkungan tersebut.
"Ini bukan insentif, nomenklatur anggarannya nanti masuk dalam pos hibah untuk RW yang tujuannya memberdayakan warga agar bisa menata wilayahnya sendiri, dan kita hitung itu angka yang realistis jadi bisa diimplementasikan," ungkap dia.
Adapun opsi penggunaan anggaran RW juga bisa untuk menggalakan kegiatan ekonomi di lingkungan, seperti mendirikan koperasi dan bantuan dana usaha.
"Seperti koperasi maupun program padat karya, warga diberdayakan, ekonomi bergerak, dan lapangan kerja tercipta bagi warga setempat yang terlibat dalam kegiatan tersebut," ucap dia.
Untuk memastikan dana bantuan operasional ini digunakan dengan baik dan transparan, setiap RW diwajibkan melaporkan penggunaan dana kepada lurah setempat.
Selain itu, laporan keuangan akan disampaikan kepada warga melalui musyawarah RT dan RW, sehingga masyarakat dapat ikut mengawasi dan mengetahui secara langsung bagaimana dana tersebut dikelola.
"Transparansi dan partisipasi masyarakat adalah kunci dalam program ini. Kami ingin memastikan bahwa setiap dana yang dialokasikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Bekasi," imbuh dia.
Diketahui, Pilkada Kota Bekasi 2024 diikuti tiga pasangan calon. Ketiganya yakni pasangan nomor urut 1 Heri Koswara-Sholihin.
Kemudian pasangan nomor urut 2 Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni, dan pasangan nomor urut 3 Tri Adhianto-Abdul Harris Bobihoe.
Adapun pasangan Heri-Sholihin diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Solidaritas Indonesia, dan Partai Hanura.
Sementara pasangan Uu-Nurul diusung oleh Partai Golkar dan Partai Nasdem, plus Partai Garuda sebagai partai pendukung.
Sedangkan pasangan Tri-Bobihoe didukung oleh koalisi gemuk yang terdiri dari PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Perindo.
Kemudian Partai Gelombang Rakyat Indonesia, Partai Buruh, Partai Bulan Bintang, Partai Kebangkitan Nusantara, dan Partai Ummat.