Inkowapi Dukung Rebranding Koperasi lewat Digitalisasi
Ketua Umum Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi), Sharmila Yahya, mendukung mendorong gerakan rebranding koperasi melalui digitalisasi.
(IDX-Channel) 22/10/24 11:15 16827805
IDXChannel – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Budi Arie Setiadi sebagai menteri koperasi. Posisi tersebut adalah hasil pemisahan dari jabatan menteri koperasi dan UMKM, yang sebelumnya diduduki Teten Masduki.
Dalam 100 hari pertamanya, Menteri Budi Arie berjanji untuk mendorong gerakan rebranding koperasi melalui digitalisasi. Upaya tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi koperasi dalam perekonomian.
Ketua Umum Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi), Sharmila Yahya, mendukung langkah strategis tersebut sebagai upaya meningkatkan gairah koperasi semakin besar. “Salah satu yang Inkowapi dorong adalah transformasi koperasi menjadi koperasi genuine melalui digitalisasi yang akan memberikan porsi dan posisi baru dalam perekonomian ke depan,” kata dia dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Sharmila menjelaskan, spirit koperasi genuine dinilai sejalan dengan upaya rebranding yang akan dijalankan Kementerian Koperasi. Semangat itu menjadikan keharusan bagi koperasi untuk memasuki ekosistem digitalisasi dalam mendukung perekonomian nasional, sebagaimana cita-cita besar koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia.
Menurut dia, lingkup rebranding koperasi genuine diharapkan memberikan semangat baru, tidak hanya bagi gerakan koperasi tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. “Terutama generasi milenial dan generasi Z yang semakin mendominasi jumlahnya,” ujar ketua Komite Tetap Kewirausahaan Kadin Indonesia itu.
Di sisi lain demi menyukseskan rebranding koperasi, Inkowapi juga mendorong spirit transformasi perkoperasian Indonesia melalui modernisasi. Sebab, hal itu menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perekonomian nasional. Dia pun menegskan, modernisasi koperasi di era digital sekrang juga dibutuhkan dalam pembangunan ekonomi secara luas.
Sebelumnya, dalam pertemuan para wanita pemimpin koperasi se-Asia Pasifik, Asia Pacific Women CEO’s in Cooperatives Summit pada Juli lalu, Indonesia sepakat untuk bersama-sama menghadapi tantangan global bagi seluruh koperasi di dunia.
Dalam forum tersebut, diungkapkan sejumlah tantangan utama masa depan yang harus dihadapi seluruh negara. Di antarnya berupa volatilitas ekonomi global, perubahan geopolitik dan ekonomi, kebijakan dunia yang terus berubah, persaingan antar negara maju, talent war pada pasar tenaga kerja, digital dan teknologi, perubahan iklim serta akses permodalan dan perluasan akses pasar.
“Ketidakpastian kondisi yang semakin besar ini memiliki tantangan tersendiri bagi koperasi seluruh bangsa untuk tetap dapat secara cepat menyesuaikan diri atas setiap percepatan perubahan,” kata CEO Sahabat Usaha Rakyat (Sahara) itu.
Selain itu, berbagai negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat serta Eropa telah menggunakan koperasi sebagai fondasi dalam memenuhi kebutuhan dasar, khususnya sembako bagi masyarakat, agar tidak lagi terjebak dalam status middle income trap. Untuk Indonesia sendiri, dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045, Sharmila berharap pemerintah bisa meningkatkan income per kapita sebesar USD15.000 per tahun melalui peran koperasi.
Koperasi menurutnya juga hadir untuk membuka lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan dan menumbuhkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi secara bersama. Dia pun berharap rebranding koperasi juga memprioritaskan perbaikan sumber daya manusia, tata kelola pengelolaan koperasi, membuka lapangan kerja, pengentasan kemiskinan serta menumbuhkan produktivitas secara terintegrasi.
(Ahmad Islamy Jamil)
https://www.idxchannel.com/economics/inkowapi-dukung-rebranding-koperasi-lewat-digitalisasi