Terdakwa Kasus Penganiayaan Taruna STIP Tertunduk saat Memasuki Ruang Sidang

Terdakwa Kasus Penganiayaan Taruna STIP Tertunduk saat Memasuki Ruang Sidang

Ibunda Putu, Ni Nengah Rusmini, tampak tak henti-henti menatap Tegar. Ini adalah kali pertama Rusmini bertatap muka langsung dengan terdakwa. Halaman all

(Kompas.com) 22/10/24 16:18 16836744

JAKARTA, KOMPAS.com – Tegar Rafi Sanjaya (21), terdakwa kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Putu Satria Ananta Rustika (19), kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (22/10/2024).

Dalam sidang kedua ini, Tegar terlihat tertunduk saat memasuki ruang sidang.

Pantauan Kompas.com di lokasi, Tegar memasuki Ruang Sidang Utama di lantai 1 PN Jakarta Utara melalui pintu tengah sekitar pukul 15.09 WIB.

Mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana hitam, dan sepatu pantofel, Tegar terus menunduk, menghindari tatapan awak media.

Ia juga mengenakan masker hitam untuk menutupi ekspresinya.

Saat berada di ruang sidang, Tegar duduk di depan keluarga Putu Satria Ananta Rustika, korban dalam kasus ini.

Ibunda Putu, Ni Nengah Rusmini, tampak tak henti-henti menatap Tegar. Ini adalah kali pertama Rusmini bertatap muka langsung dengan terdakwa yang diduga menghabisi nyawa putranya.

Rusmini bahkan merekam Tegar dengan ponselnya dan membawa tripod untuk mengabadikan momen sidang kedua tersebut. Sementara itu, Tegar terus menunduk dan hanya diam di bangku tunggu sebelum sidang dimulai.

Kasus ini bermula ketika Putu Satria Ananta Rustika tewas usai dianiaya Tegar, yang merupakan seniornya di STIP.

Penganiayaan terjadi setelah Tegar dan beberapa rekannya merasa Putu tidak sopan karena masuk ke kelas dengan pakaian olahraga.

Farhan Abubakar, salah satu pelaku, pertama kali memanggil Putu ke lantai dua dan menggiringnya ke kamar mandi pria.

Farhan juga berperan sebagai pengawas selama aksi kekerasan berlangsung. Sementara itu, dua pelaku lain, W dan I Kadek, mendorong Tegar untuk memukul Putu.

Tegar kemudian memukul Putu sebanyak lima kali di bagian ulu hati, hingga korban terkapar. Panik melihat kondisi Putu, Tegar mencoba menolong dengan menarik lidah korban.

Namun, tindakan itu justru memperburuk kondisi Putu, menyebabkan jalur pernapasannya tertutup, dan akhirnya ia meninggal dunia.

#stip #taruna-stip-asal-bali-tewas-dianiaya #kekerasan-di-stip #perpeloncoan-di-stip #tersangka-kasus-penganiayaan-taruna-stip #ibu-taruna-stip-yang-tewas-tuntut-keadilan #penganiayaan-di-stip #calon-t

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/10/22/16184161/terdakwa-kasus-penganiayaan-taruna-stip-tertunduk-saat-memasuki-ruang