Rute Ekstrem ke Air Terjun Semuncar yang Tersembunyi di Lereng Merbabu

Rute Ekstrem ke Air Terjun Semuncar yang Tersembunyi di Lereng Merbabu

Kompas.com sempat menjajal rute ekstrem menuju Air Terjun Semuncar di lereng Gunung Merbabu. Seperti inilah jalurnya. Halaman all

(Kompas.com) 22/10/24 17:05 16839723

KOMPAS.com - Keindahan Gunung Merbabu di Jawa Tengah ternyata tidak hanya tersaji sepanjang jalur pendakiannya saja.

Tempat itu adalah Air Terjun Semuncar. Lokasinya berada di lereng timur Gunung Merbabu di ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Titik awal atau parkiran kendaraan menuju Air Terjun Semuncar, berada di Basecamp Rempala, Dusun 2, Ngagrong, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Perjalanan menuju titik air terjun dilakukan dengan berjalan kaki melalui jalan setapak dengan waktu tempuh sekitar 1-2 jam.

Kompas.com sempat menjajal langsung jalan setapak menuju Air Terjun Semuncar pada Sabtu (14/9/2024).

Menuju air terjun pertama

Saya bersama rombongan mulai berangkat dari Basecamp Rempala sekitar pukul 08.00 WIB dengan pemandu bernama Arif dari Rempala.

Jalan setapak ada di samping Makam atau Petilasan Syekh Maulana Ibrahim. Jalur lalu berada di samping sungai kering berbatu.

“Sungainya kering karena airnya dialirkan ke pipa PDAM,” kata Arif kepada Kompas.com saat perjalanan.

Trek awal perjalanan memang belum terlalu sulit. Jalur masih relatif datar yang sesekali sedikit menanjak.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Air Terjun Tempuran di jalur menuju Air Terjun Semuncar, Boyolali.

Sekitar 45 menit berjalan, tibalah kami di air terjun pertama, bukan Air Terjun Semuncar, melainkan Air Terjun Tempuran.

Itu karena air terjun ini berada di pertemuan dua lembah, menuju Air Terjun Semuncar dan Curug Sipendok.

Terlihat pula pipa besar yang mengalirkan air dari air terjun, sehingga mampu membuat aliran sungai kering.

Berjalan di tengah aliran sungai

Dari air terjun pertama, jalur mulai menanjak. Tanjakan bahkan cukup terjal usai air terjun pertama.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jalur di Aliran Sungai menuju Air Terjun Semuncar.

Perjalanan kemudian adalah menyusuri aliran sungai yang ada airnya. Terkadang kami harus berjalan di tengah sungai yang cukup dangkal dengan aliran air se-mata kaki.

Tak lama berjalan, kami akhirnya sampai juga di air terjun kedua. Jalur ekstrem mulai tersaji di sini karena wisatawan harus memanjat jalur setinggi 3 meter yang hampir vertikal menggunakan tali.

Mereka yang tidak terbiasa, akan berdebar-debar saat melaluinya. Usai menaiki jalur ini, wisatawan harus turun lagi ke aliran sungai di atas air terjun kedua menggunakan tali.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jalur memanjat menuju Air Terjun Semuncar.

Untungnya, kami berhasil melaluinya. Jalur selanjutnya ada di tengah sungai berbatu dengan aliran cukup deras.

Kami harus memanjat batu-batu di tengah sungai yang licin. Jangan sampai terpeleset saat melaluinya.

Inilah pentingnya menggunakan jasa pemandu karena ia akan menunjukkan pijakan yang aman untuk dilalui.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jalur di Tengah Aliran Sungai Menuju Air Terjun Semuncar.

Akhirnya kami sampai di air terjun ketiga. Kami beristirahat sejenak, sementara Arif pemandu mengecek jalur menuju Air Terjun Semuncar.

Jalur mendebarkan di tepi tebing

Air terjun ketiga ini sebenarnya adalah jalan buntu. Jika ingin lanjut ke Air Terjun Semuncar, jalurnya bukan ini.

Wisatawan harus kembali beberapa meter, kemudian naik jalan setapak menuju lereng tebing kanan (utara) sungai.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Air Terjun Ketiga di Jalur Menuju Air Terjun Semuncar.

Jalan setapak cukup sempit dengan jurang yang dalam di sebelah kiri. Wisatawan harus memilih pijakan yang tidak licin agar jangan sampai terjatuh.

Bahkan, ada beberapa titik yang cukup ekstrem, yakni jalur sudah terkikis longsong, sehingga wisatawan harus berjalan di tepi tebing dengan pijakan seadanya.

Oleh karena itu, alas kaki yang tepat wajib dikenakan, seperti sandal gunung agar tidak mudah terpeleset saat menapaki batuan.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jalur Ekstrem Tepi Jurang Menuju Air Terjun Semuncar.

Setelah melewati jalur yang cukup ekstrem, kami akhirnya bisa mencapai Air Terjun Semuncar dengan selamat.

Air terjun Semuncar

Kami langsung dihadapkan dengan pemandangan berupa dinding tebing raksasa berwarna hijau, setinggi sekitar 30 meter. Itulah Air Terjun Semuncar.

Salah satu keunikan air terjun ini adalah, airnya yang keluar dari celah-celah tebing, bukan dari aliran sungai.

“Itulah mengapa namanya Semuncar, karena airnya memancar dari celah tebing, bukan bersumber dari aliran sungai,” kata Arif.

Di depan air terjun, kami duduk santai sambil bercengkerama dan makan siang, sekaligus beristirahat setelah melalui perjalanan mendebarkan.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Air Terjun Semuncar yang Memancar dari Celah Tebing.

Usai sekitar 2 jam bersantai dan menikmati suasana alam, kami pun kembali dengan melalui jalur yang sama.

Kami menempuh perjalanan dari Basecamp Rempala menuju titik Air Terjun Semuncar sekitar 2,5 jam.

Jika ingin menuju Air Terjun Semuncar, wisatawan sangat diimbau menggunakan jasa pemandu demi keselamatan. Jika ingin memesan pemandu, hubungi 085723825633.

#semuncar #air-terjun-semuncar

https://travel.kompas.com/read/2024/10/22/170500227/rute-ekstrem-ke-air-terjun-semuncar-yang-tersembunyi-di-lereng-merbabu