Masuk Kabinet Merah Putih Prabowo, Nasaruddin Umar Mundur dari Posisi Komisaris SIG
Nasaruddin Umar mundur setelah masuk dalam kabinet merah putih Prabowo Subianto, sebagai Menteri Agama Republik Indonesia untuk periode 2024-2029.
(WE Finance) 22/10/24 17:55 16841539
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG/SMGR) mengumumkan perubahan susunan pengurus menyusul pengunduran diri Nasaruddin Umar sebagai Komisaris Independen. Nasaruddin resmi mundur dari posisinya setelah masuk dalam kabinet merah putih Presiden Prabowo Subianto dan ditunjuk sebagai Menteri Agama Republik Indonesia untuk periode 2024-2029.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengonfirmasi pengunduran diri ini melalui keterangan resmi yang diterima pada 21 Oktober 2024.
"Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Nasaruddin Umar sebagai Komisaris Independen. Keputusan ini sejalan dengan pengangkatan beliau sebagai Menteri Agama," ujar Vita, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Sebagai tindak lanjut, SIG akan menjalankan proses sesuai ketentuan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan, termasuk penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menetapkan pengganti Nasaruddin. "Waktu pelaksanaan RUPSLB akan disampaikan lebih lanjut," tambahnya.
Meski demikian, Vita menegaskan bahwa pengunduran diri Nasaruddin tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan. "Tidak ada dampak material yang memengaruhi operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan," jelasnya.
Asal tahu saja, Nasaruddin Umar adalah seorang tokoh agama dan akademisi terkemuka di Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Menteri Agama, ia dikenal luas sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal dan Wakil Menteri Agama pada periode 2011-2014.
Selain itu, Nasaruddin juga merupakan pengajar di beberapa universitas dan aktif dalam menyuarakan isu-isu pluralisme dan moderasi beragama.
Penunjukan Nasaruddin sebagai Menteri Agama dianggap sebagai langkah strategis oleh Presiden untuk memperkuat visi kerukunan antarumat beragama di Indonesia, mengingat latar belakangnya sebagai sosok ulama moderat yang dihormati di berbagai kalangan.