Upaya Perkuat Pariwisata Sikka Melalui Pelatihan Tata Kelola, Bisnis, dan Pemasaran Wisata
Salah satu cara memperkuat pariwisata Kabupaten Sikka, NTT adalah melalui pelatihan tata kelola, bisnis, dan pemasaran destinasi wisata. Halaman all
(Kompas.com) 22/10/24 20:10 16844837
SIKKA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya meningkatkan daya tarik destinasi wisata melalui pelatihan tata kelola, bisnis, dan pemasaran destinasi wisata.
Program ini diharapkan mampu mewujudkan tumbuh kembangnya kepariwisataan, baik dari aspek sosial budaya, sarana dan prasarana, pengembangan obyek, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, Ermelinda E Wongga saat pelatihan tata kelola destinasi wisata Sanggar Bliran Sina di Kampung Watublapi, Desa Kajuwair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Sabtu (19/10/2024).
Menurut Ermelinda, Sikka memiliki banyak destinasi wisata baik alam maupun budaya. Oleh sebab itu diperlukan partisipasi masyarakat.
"Kita ingin melalui pelatihan ini pengelola punya pengetahuan, pemahaman tentang tata kelola, pengelolaan bisnis, dan pemasaran destinasi wisata," kata dia.
Lihat postingan ini di Instagram
Dia menambahkan pihaknya juga melakukan kegiatan serupa di Sanggar Doka Tawatana, Desa Umauta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka.
Sanggar budaya bisa dongkrak pariwisata Sikka
Kepala Dinas Pariwisata Sikka, Even Edomeko menilai, keberadaan sanggar budaya di sejumlah tempat telah mewarnai dunia kepariwisataan di Kabupaten Sikka.
Pemerintah melalui Dinas Pariwisata terus mendorong agar semua potensi yang ada dikembangkan secara optimal baik melalui pemberdayaan sumber daya manusia maupun anggaran.
Even juga berharap keberadaan sanggar Bliran Sina terus dipertahankan agar semakin banyak orang yang berkunjung dan mengenal lebih dalam tentang budaya Kabupaten Sikka.
"Keberlangsungan sanggar ini harus tetap berjalan. Sanggar Bliran Sina salah satu keunggulan di Kabupaten Sikka. Tolong pertahankanlah," pintanya.
Serafinus Sandi Hayon Jehadu/Kompas.com Seorang ibu sedang menenun sarung motif Kabupaten SikkaKetua Sanggar Bliran Sina, Yosef Gervasius menyampaikan terima kasih atas dukungan dari pemerintah Kabupaten Sikka.
Menurutnya dukungan dari pemerintah sangat penting agar keberadaan sanggar tersebut terus dipertahankan hingga anak cucu.
"Kami berharap kerja sama dan dukungan pemerintah terus berjalan ke depan," pintanya.
Yosef mengungkapkan Sanggar Bliran Sina memiliki banyak keunggulan. Wisatawan yang berkunjung tidak hanya menyaksikan proses pembuatan kain tenun ikat secara tradisional, tetapi tarian dan musik tradisional masyarakat setempat.