BNI Komit Jalankan ESG, Portofolio Keberlanjutan Sentuh Rp 179 Triliun
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI/BBNI) komit menerapkan ESG, terlihat pada portofolio keberlanjutan Rp 179 triliun. - Halaman all
(InvestorID) 22/10/24 21:18 16847340
JAKARTA, Investor.id – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI/BBNI) terus menunjukkan komitmen dalam mengimplementasikan prinsip environmental, social, and governance (ESG) melalui dukungan pendanaan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hingga akhir Juni 2024, BNI menyalurkan kredit ke segmen UMKM dengan nilai ratusan triliun rupiah, termasuk kredit usaha rakyat (KUR) bersubsidi dan non-KUR.
Penyaluran kredit ke sektor UMKM ini menyumbang 10% lebih portofolio kredit perseroan, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 5% per tahun dalam lima tahun terakhir. Hal ini mencerminkan komitmen kuat BBNI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Analis pasar modal Jonathan Gunawan dari Trimegah Sekuritas menilai, langkah BNI itu sangat sejalan dengan prinsip ESG. Komitmen BNI dalam menciptakan bisnis berbasis ESG terlihat pada pencapaian portofolio keberlanjutan yang mencapai Rp 179,1 triliun, 25% dari total kredit BNI per 30 Juni 2024.
“Dari jumlah itu, sebanyak Rp 110 triliun di antaranya telah disalurkan untuk pembiayaan dan pemberdayaan UMKM, sedangkan Rp 69 triliun disalurkan untuk pembiayaan hijau (green financing)," jelas dia, dikutip Rabu (22/10/2024).
Selain KUR, BNI memiliki program BNI Wirausaha (BWU) untuk mendukung usaha kecil produktif dengan plafon pinjaman mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 1 miliar. Program BWU ini dapat diakses melalui 250 lebih outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. BNI juga berkomitmen untuk mempercepat penyaluran KUR dan BWU di tahun 2024 dengan menyediakan layanan khusus di luar jam kerja, baik untuk akad kredit baru maupun restrukturisasi.
Pemerintah telah menetapkan target penyaluran KUR untuk BNI sebesar Rp 18 triliun pada tahun 2024. Untuk memastikan kualitas kredit tetap terjaga, BNI menerapkan strategi manajemen risiko yang ketat dengan fokus pada kualitas aset. Bank ini menargetkan rasio kredit macet (NPL) di bawah 3% pada tahun ini.
Langkah-langkah strategis yang dilakukan BNI untuk menjaga kualitas kredit UMKM mencakup fokus pada pasar yang dipilih secara selektif, pengembangan ekosistem digital, dan kerjasama dengan mitra strategis. Selain itu, BBNI telah mengadopsi digitalisasi penuh dalam proses kredit end-to-end serta mengimplementasikan sistem penilaian berbasis teknologi yang diperbarui secara berkala.
Kinerja positif BNI dalam mendukung UMKM juga tercermin pada akuisisi PT Bank Mayora pada 2022, yang kini telah bertransformasi menjadi hibank. Setelah rebranding pada Mei 2023, hibank berhasil meningkatkan total deposito hingga 44% menjadi Rp 11,1 triliun dan penyaluran kredit tumbuh 85% menjadi Rp 8,8 triliun, dengan 32% kredit disalurkan ke sektor UMKM.
Komitmen BNI untuk memperkuat sektor UMKM ini diharapkan dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia, sejalan dengan prinsip ESG yang menjadi fokus utama bank ini dalam menjalankan bisnisnya
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #bni #komitmen-esg #portofolio-keberlanjutan #kredit-umkm #pt-bank-negara-indonesia-tbk-bni-bbni #berita-ekonomi-terkini