Wall Street Terpuruk Lagi, Nasdaq Justru Terbang Sendirian
Wall Street mayoritas terpuruk lagi pada Selasa (22/10/2024). Namun, Nasdaq justru unggul dengan mencatatkan kenaikan. - Halaman all
(InvestorID) 23/10/24 04:48 16863314
NEW YOK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street mayoritas terpuruk lagi pada Selasa (22/10/2024). Setelah kekhawatiran akan tingginya suku bunga terus membayangi para investor. Namun, Nasdaq justru unggul dengan mencatatkan kenaikan.
Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 ditutup turun 0,05% ke level 5.851,20, menandai penurunan dua hari berturut-turut sejak awal September. Hal serupa juga terjadi pada Dow Jones Industrial Average yang melemah 6,71 poin (0,02%) menjadi 42.924,89. Sebaliknya, Nasdaq Composite berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,18% ke level 18.573,13.
Kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) bertenor 10 tahun, yang sempat menyentuh level 4,2% untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, turut menambah kekhawatiran di pasar. Imbal hasil ini kemudian sedikit turun, tetapi komentar hati-hati dari pejabat The Fed tentang jalur pemangkasan suku bunga membuat imbal hasil tetap tinggi.
Setelah The Fed memangkas suku bunga sebesar setengah poin bulan lalu, imbal hasil obligasi terus meningkat. Hal ini sebagian disebabkan oleh data ekonomi yang membaik, tetapi juga mencerminkan pesimisme bahwa The Fed tidak akan seagresif yang diharapkan dalam pemangkasan suku bunga ke depan.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pedagang melihat peluang sebesar 91% untuk pemangkasan suku bunga seperempat poin pada pertemuan The Fed berikutnya yang berakhir 7 November.
Saham-saham sektor properti turun akibat kekhawatiran suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. Saham Lennar dan D.R. Horton, dua raksasa di sektor ini, masing-masing merosot lebih dari 3%.
"Pasar berada dalam wilayah overbought, membuatnya rentan terhadap sentimen negatif. Sekarang pasar khawatir The Fed belum menyatakan kemenangan atas inflasi, ditambah lagi dengan kekhawatiran pasca-pemilu," kata Quincy Krosby, Kepala Strategi Global di LPL Financial.
Laporan Keuangan
Investor juga bersiap menghadapi laporan keuangan dari beberapa perusahaan besar minggu ini, termasuk Tesla dan Coca-Cola pada hari Rabu serta Honeywell pada Kamis (24/10/2024).
Saham General Motors melonjak hampir 10% setelah melampaui ekspektasi Wall Street untuk kuartal ketiga dan menaikkan panduan laba setahun penuh. Saham Philip Morris juga naik sekitar 10% setelah produsen rokok Marlboro tersebut menaikkan perkiraan laba tahunannya.
Sebaliknya, saham Verizon anjlok 5% setelah pendapatan totalnya sedikit meleset dari perkiraan analis. Saham Lockheed Martin turun 6% setelah kontraktor militer tersebut melaporkan penjualan kuartalan yang lebih rendah dari ekspektasi.
Hingga saat ini, sekitar seperlima dari perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 telah melaporkan hasil keuangan mereka, dan mayoritas berhasil melampaui perkiraan laba, menurut FactSet.
Meskipun mengalami penurunan dua hari berturut-turut, pasar saham AS telah menunjukkan performa kuat sepanjang Oktober, dengan S&P 500 mencatatkan rekor tertinggi dan membawa kenaikan sejak awal tahun ini melampaui 22%.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #wall-street #nasdaq #s-p-500 #dow-jones #the-fed #pemangkasan-suku-bunga #imbal-hasil-obligasi-as #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/377620/wall-street-terpuruk-lagi-nasdaq-justru-terbang-sendirian