SMPN 8 Tangsel Disemprotkan Disinfektan untuk Cegah Penyebaran Cacar Air dan Gondongan

SMPN 8 Tangsel Disemprotkan Disinfektan untuk Cegah Penyebaran Cacar Air dan Gondongan

Selama masa lockdown, pihak SMPN 8 Tangsel sudah melakukan dua kali penyemprotan disinfektan ke setiap sudut. Halaman all

(Kompas.com) 23/10/24 06:18 16864993

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kepala SMPN 8 Tangerang Selata, Muslih mengatakan, telah menyemprotkan cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran cacar air dan gondongan di sekolahnya.

"Kebersihan kalau di sekolah kami luar biasa, bahkan untuk antisipasi sudah lakukan penyemprotan disinfektan penyebaran cacar dan gondongan, sudah kami lakukan antisipasi," ujar Muslih saat ditemui di SMP Negeri 8 Tangsel, Puspitek, Setu, Tangsel, Selasa (22/10/2024).

Selama masa lockdown, pihak sekolah sudah melakukan dua kali penyemprotan disinfektan ke setiap sudut.

"Baru dua kali. Pada saat anak aktif Senin dan libur hari Jumat. Insya Allah, penyemprotan disinfektan ini akan kami lakukan rutin," kata dia.

Oleh karena itu, Muslih berharap tidak ada lagi siswa yang terpapar virus cacar air dan gondongan.

"Kalau berdasarkan pengalaman itu kena cacar kan enggak kena lagi biasanya, mudah-mudahan pas sembuh enggak kena lagi sehingga nanti pas November awal anak-anak enggak ada yang sakit," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 43 siswa SMPN 8 Tangerang Selatan terjangkit cacar air dan gondongan.

Akibatnya, pihak sekolah memutuskan untuk memberlakukan lockdown selama 14 hari sejak Kamis (17/10/2024) guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

"Kami melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari tanggal 17 hingga 31 Oktober 2024," kata dia.

Muslih menjelaskan, kasus ini bermula pada September 2024, saat ujian tengah semester (UTS) berlangsung. Seorang siswa yang sedang sakit tetap hadir di sekolah, yang kemudian menularkan penyakit tersebut ke siswa lain.

"Saat itu ada yang sakit tapi tetap masuk, lalu kami mengidentifikasi penularan di ruangan yang sama, meski dari kelas yang berbeda," jelas Muslih.

Kasus terus bertambah hingga akhirnya pada Kamis (26/10/2024), sekolah meminta orang tua agar tidak memaksakan anak yang sakit untuk masuk sekolah. Namun, beberapa siswa tetap hadir meskipun dalam kondisi sakit, sehingga penularan semakin meluas.

Per 11 Oktober 2024, sebanyak 73 siswa dilaporkan sakit, meski tidak semuanya terkena cacar air dan gondongan. Sebagian juga mengalami gejala batuk, pilek, dan demam.

Pada 15 Oktober, jumlah siswa yang sakit meningkat menjadi 102 orang, dengan 43 di antaranya positif cacar air dan gondongan.

Sekolah segera berkoordinasi dengan puskesmas setempat dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan. Hasilnya, sekolah diminta untuk menerapkan PJJ selama dua minggu.

"Imbauan dari puskesmas, kami mengadakan PJJ. Surat pemberitahuan kami terima dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga Puskesmas Kranggan," ungkap Muslih.

Penerapan PJJ selama satu minggu membuahkan hasil. Jumlah siswa yang terjangkit cacar air dan gondongan turun menjadi 22 orang, sementara siswa yang masih mengalami gondongan berjumlah 8 orang.

#gondongan #cacar-air #siswa-smpn-8-tangsel-terserang-cacar-air-dan-gondongan

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/10/23/06185641/smpn-8-tangsel-disemprotkan-disinfektan-untuk-cegah-penyebaran-cacar-air