Saham Barito Renewables (BREN) Disebut-sebut Harganya Bisa Segini
Saham emiten Prajogo Pangestu, Barito Renewables (BREN) melonjak 8,54% kemarin. CGS International keluarkan rekomendasi begini terkait BREN. - Halaman all
(InvestorID) 23/10/24 08:21 16870463
JAKARTA, investor.id - Saham emiten Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melompat 8,54% ke Rp 7.625 pada perdagangan 22 Oktober 2024 kemarin.
Sebanyak 69,42 juta saham Barito Renewables ditransaksikan, frekuensi 31.103 kali, dan nilai transaksi mencapai Rp 515,69 miliar.
Broker JP Morgan Sekuritas Indonesia mencatatkan net buy saham BREN Rp 23,4 miliar, KB Valbury Sekuritas net buy Rp 20,9 miliar, dan UBS Sekuritas Indonesia net buy Rp 18,3 miliar.
Asing memborong saham emiten Prajogo Pangestu ini. Tercatat asing net buy saham Barito Renewables Rp 29,9 miliar.
Sementara itu, CGS International dalam trading idea untuk 23 Oktober 2024 merekomendasikan spec buy saham Barito Renewables Energy (BREN) dengan support 7.400.
Cut loss jika break di bawah 7.175. “Jika tidak break di bawah 7.400, potensi naik 7.850-8.075 short term,” sebut CGS International.
Sebelumnya, investment analyst Stockbit Theodorus Melvin mengungkap bahwa Blackrock pada Jumat (18/10/2024) mengumumkan Barito Renewables Energy (BREN) mengalami peningkatan bobot dari 0,64% menjadi 1,36% dalam produk ETF Blackrock, iShares Global Clean Energy ETF (ICLN), dan iShares Global Clean Energy UCITS ETF (INRG).
“Peningkatan bobot ini memberikan total net buy sebanyak 70,9 juta saham. Dengan asumsi harga pembelian menggunakan harga penutupan pada Jumat (18/10/2024) di level Rp 7.175/saham, maka total nilai transaksi sebesar Rp 509 miliar,” jelas Theodorus dalam ulasannya Senin (21/10/2024) siang.
Berpotensi Volatil
Di sisi lain, lanjutnya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengalami penurunan bobot dari 0,16% menjadi 0%, dengan total net sell sebanyak 103,5 juta saham. Dengan asumsi harga penjualan menggunakan harga penutupan pada Jumat (18/10/2024) di level Rp 1.145/saham, maka total transaksi mencapai Rp 118 miliar.
“Perubahan bobot ICLN dan INRG mengacu pada S&P Global Clean Energy Index,” ungkap Theodorus.
Dalam waktu dekat, ia menambahkan, terdapat rebalancing MSCI pada November 2024 dan FTSE pada Desember 2024.
“Harga saham Barito Renewables (BREN) berpotensi volatil menjelang rebalancing seiring ekspektasi sebagian pelaku pasar bahwa perseroan akan masuk ke dalam salah satu atau kedua indeks tersebut,” pungkasnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #barito-renewables #bren #prajogo-pangestu #saham-bren #barito-renewables-energy #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/377638/saham-barito-renewables-bren-disebutsebut-harganya-bisa-segini